Hindari Modus Penipuan Freelance, OJK Sumsel Babel Serukan Block dan Report!

Foto: Ilustrasi Penipuan di Whatsapp

OJK Sumsel Babel Ingatkan Waspada Penipuan Tawaran Pekerjaan Paruh Waktu via WhatsApp

KBO-BABEL.COM (Bangka Belitung) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan Bangka Belitung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk waspada terhadap pesan WhatsApp yang menawarkan pekerjaan paruh waktu atau freelance. Modus penipuan ini telah terdeteksi dengan adanya transaksi keuangan mencurigakan di wilayah pengawasan OJK Sumsel Babel. Kamis (11/7/2024).

“Kita melakukan pengawasan, kalau ada transaksi mencurigakan menjadi perhatian kami. Diitemukan kemarin ada transaksi mencurigakan, yang menawarkan pekerja secara freelance dan menawarkan gaji, itu langsung kami blokir dan menjadi pantauan kita,” ujar Kepala OJK Sumsel Babel, Arifin Susanto, pada Kamis (11/7/2024).

Bacaan Lainnya

Arifin mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menangkal modus penipuan semacam ini dengan memblokir dan melaporkan nomor pengirim pesan tersebut.

“Kalau menerima pesan seperti itu lewat WhatsApp. Kami harap bisa block dan report, jangan hanya block, kalau diblock report langsung masuk informasinya ke Diskominfo,” tegasnya.

Untuk menangkal modus penipuan ini, OJK Sumsel Babel telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan melakukan pemblokiran nomor-nomor yang terindikasi melakukan penipuan.

“Menangkal modus penipuan ini kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kami lakukan pemblokiran,” katanya.

Selain itu, OJK Sumsel Babel juga berupaya memberikan literasi keuangan kepada masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan.

“Kami memiliki beberapa program edukasi keuangan yang ditujukan kepada komunitas kepemudaan dan milenial, pelajar, mahasiswa, dan pemuda bekerja sama dengan sekolah, universitas, duta literasi, organisasi kepemudaan, lembaga jasa keuangan, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD),” jelas Arifin.

Pengamat Ekonomi, Suhardi, turut mendukung upaya OJK dalam memberikan edukasi keuangan yang masif kepada masyarakat untuk menangkal segala aktivitas keuangan yang tidak sehat dan modus penipuan.

“Untuk mengurangi hal tersebut, OJK perlu meningkatkan edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat tentang produk dan layanan jasa keuangan, serta hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen jasa keuangan bahkan berbagai modus penipuan perlu diinformasikan kepada masyarakat,” ujar Suhardi.

Suhardi juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap sektor jasa keuangan untuk memastikan lembaga jasa keuangan beroperasi dengan sehat dan prudent.

“OJK juga sangat perlu memperkuat pengawasan terhadap sektor jasa keuangan untuk memastikan bahwa lembaga jasa keuangan beroperasi dengan sehat dan prudent. OJK juga melakukan tindakan tegas terhadap lembaga jasa keuangan yang melakukan praktik yang tidak sehat,” sarannya.

Upaya literasi keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan menghindari modus penipuan. OJK Sumsel Babel berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak mudah terjebak dalam tawaran yang menggiurkan namun menyesatkan.

Dengan imbauan ini, OJK Sumsel Babel berharap masyarakat dapat lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan atau menerima pesan yang mencurigakan.

Kolaborasi antara masyarakat, OJK, dan aparat penegak hukum diharapkan dapat meminimalisir kasus penipuan dan meningkatkan keamanan serta kesehatan sektor jasa keuangan di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Untuk informasi lebih lanjut dan laporan penipuan, masyarakat dapat menghubungi OJK Sumsel Babel melalui kanal resmi yang telah disediakan. Edukasi dan literasi keuangan yang berkelanjutan akan terus dilakukan demi menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan waspada terhadap segala bentuk penipuan. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *