Kuntadi, Jaksa Tangguh yang Raih Adhyaksa Award 2024 dalam Pemberantasan Korupsi Besar

Foto : Kuntadi Direktur Penyidikan JAM Pidsus Kejagung

Penghargaan Adhyaksa Award 2024: Kisah Sukses Kuntadi dalam Menegakkan Hukum dan Menyikapi Kasus Korupsi PT Timah

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) menyelenggarakan Adhyaksa Award 2024, sebuah ajang penghargaan nasional yang diadakan di The Westin, Jakarta, pada Jumat, 5 Juli 2024. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah jaksa Kuntadi, yang memenangkan kategori Jaksa Tangguh dalam Pemberantasan Korupsi. Rabu (10/7/2024).

Penghargaan ini baru pertama kali diadakan dan melalui proses seleksi ketat oleh Dewan Pakar yang terdiri dari lima tokoh berpengaruh dengan latar belakang yang beragam. Tokoh-tokoh tersebut meliputi Ketua Komisi Kejaksaan periode 2015-2023 Barita Simanjuntak, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Dekan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Ahmad Fauzan, Pemimpin Redaksi Detikcom Alfito Deannova Ginting, dan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.

Bacaan Lainnya

Profil Kuntadi

Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kuntadi, dikenal karena ketegasannya dalam menangani kasus-kasus korupsi besar.

Sejauh ini, ia telah menangani berbagai kasus besar yang merugikan keuangan negara. Salah satu kasus yang pernah ditangani Kuntadi adalah korupsi ekspor crude palm oil (CPO) beserta turunannya, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 20 triliun.

Selain itu, Kuntadi juga menangani kasus korupsi proyek base transceiver station (BTS) 4G pada Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) senilai Rp 8 triliun pada tahun 2023.

Dalam kasus ini, Kuntadi turut memeriksa Menteri Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo. Ia juga menangani kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam kegiatan importasi gula di Kementerian Perdagangan dari tahun 2015 hingga 2023.

Tak hanya itu, Kuntadi juga terlibat dalam penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan jalur kereta api Besitang-Langsa di Balai Teknik Perkeretaapian Medan dari tahun 2017 hingga 2023 dengan nilai proyek sebesar Rp 1,3 triliun.

Kuntadi cukup terkenal ketika menangani kasus korupsi PT Timah Tbk yang melibatkan suami aktris Sandra Dewi, Harvey Moeis. Harvey ditangkap dan ditahan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Selatan, setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka.

Kuntadi menjelaskan peran Harvey dalam perkara ini. Pada tahun 2018 hingga 2019, Harvey disebut menghubungi Direktur Utama PT Timah Tbk, yang kini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tujuannya untuk mengakomodasi penambahan timah ilegal di wilayah IUP PT Timah Tbk,” kata Kuntadi di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu malam, 26 Maret 2024.

Kuntadi, yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, juga menangani kasus crazy rich Surabaya Budi Said alias BS yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam penjualan logam mulia di Butik Emas Logam Mulia Surabaya 01 Antam.

“Kasus ini bermula sekitar Maret – November 2018, ketika tersangka diduga bersama saudara EA, AP, EK, dan FB, beberapa di antaranya adalah oknum pegawai PT Antam, melakukan pemufakatan jahat untuk merekayasa transaksi jual beli emas,” kata Kuntadi, Kamis, 18 Januari 2024.

Selain Kuntadi, Adhyaksa Award 2024 juga diraih oleh Bambang Setiawan dalam kategori Jaksa Teladan dalam Integritas, Saepul Uyun Sujati dalam kategori Jaksa Inovatif dalam Penegakan Hukum, Herlinda dalam kategori Jaksa Penegak Keadilan Restoratif, dan Febrow Adhyaksa Soeseno dalam kategori Jaksa Inspiratif Pemberdaya Masyarakat.

Adhyaksa Award 2024 merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para jaksa dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi di Indonesia. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para penegak hukum lainnya untuk terus berkomitmen dalam menjalankan tugas mereka dengan integritas dan profesionalisme tinggi. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *