Dugaan Gudang Liku Tampung Timah Ilegal di Bangka Barat

Foto: Ilustrasi Pasir Timah

Aktivitas Penggorengan Timah Ilegal di Desa Puput: Pemilik Gudang Liku Belum Tersentuh Hukum

KBO-BABEL.COM (Bangka Barat) – Ratusan karung berisi pasir timah kering ditemukan di sebuah gudang yang terletak di Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar). Gudang berukuran 20 x 30 meter persegi tersebut beroperasi layaknya smelter timah, namun diduga kuat tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP). Rabu (10/7/2024).

Mirisnya, hingga kini Aparat Penegak Hukum (APH) terutama Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrmsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung terkesan tidak bertindak tegas. Gudang tersebut diketahui milik seorang kolektor timah bernama Liku, yang telah menjalankan bisnisnya selama beberapa tahun tanpa tersentuh hukum.

Bacaan Lainnya

Seorang warga Desa Puput, Tr (45), menyatakan bahwa aktivitas penggorengan timah di gudang tersebut dilakukan secara ilegal.

“Kalau gudang penggorengan itu punya bos liku bang. Bos Liku jarang kegudang timah. Biasa ada Hinfu kuasa alias kaki kanan Liku yang mengatur masuk timah ke gudang,” ungkap Tr.

Tr, yang merupakan keturunan Tionghoa, juga menjelaskan bahwa aparat Polda Babel seharusnya berani menangkap Liku dan barang buktinya. Menurutnya, Sabtu (6/7/24) ini adalah waktu yang tepat karena hingga Jumat (5/7/24) malam, banyak karung timah yang menumpuk di gudang.

“Kalau tidak salah ada ribuan kilo dalam itu, bisa bisa juga ratusan ton tapi mana berani polisi tangkapnya, kalau Sabtu ini polisi berani tangkap lagi pas pasnya karena, Jumat (5/7/24) malam kemarin banyak karung menumpuk,” ujar Tr.

Sementara itu, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Tornagogo Sihombing S.I.K M.Si, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, belum memberikan tanggapan. Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih menunggu respons dari pihak kepolisian.

Dugaan adanya aktivitas ilegal di gudang tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar. Pasalnya, selain tidak memiliki izin resmi, kegiatan tersebut juga dianggap merugikan negara karena hasil timah yang tidak tercatat dan tidak dikenai pajak. Warga berharap agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas untuk menghentikan kegiatan ilegal ini dan menindak para pelakunya.

Liku, pemilik gudang, dikenal sebagai kolektor timah yang memiliki jaringan luas di wilayah Kecamatan Parittiga. Selain Liku, ada beberapa anak buahnya yang turut memasok timah ke gudangnya, di antaranya Acan dan Kinfa. Mereka diketahui memiliki peran penting dalam operasional gudang tersebut.

Investigasi media menunjukkan bahwa aktivitas di gudang tersebut dilakukan dengan sangat tertutup. Para pekerja hanya memasukkan timah ke gudang pada malam hari untuk menghindari perhatian warga dan aparat. Kendati demikian, warga sekitar masih bisa mengamati aktivitas mencurigakan yang terjadi di gudang tersebut.

Warga Desa Puput berharap agar informasi ini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum. Mereka juga meminta agar pemerintah daerah turut serta mengawasi kegiatan penambangan dan pengolahan timah di wilayah mereka untuk mencegah kerugian negara dan menjaga kelestarian lingkungan.

Hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas ilegal di gudang tersebut. Warga masih menunggu respons dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk menuntaskan masalah ini. (Sumber: Cakrabhayangkaranews, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *