Ketua AMPI Tanah Karo Diduga Otak Pembakaran Rumah Wartawan Tribrata TV, Satu Keluarga Tewas

Foto: Tragedi Kebakaran Renggut Nyawa Wartawan dan Keluarga di Tanah Karo

Polda Sumut Tangkap Ketua AMPI dan Eksekutor Pembakaran Rumah Wartawan yang Menewaskan Satu Keluarga

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Tanah Karo, Bebas Ginting, diduga terlibat dalam kasus pembakaran rumah wartawan Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu, di Karo, Sumatera Utara. Kejadian ini mengakibatkan tewasnya satu keluarga. Polda Sumatera Utara (Sumut) telah mengamankan empat orang terkait kasus ini, dua di antaranya adalah tersangka pelaku pembakaran. Selasa (9/7/2024).

“Turut diamankan dua orang, pertama Bebas Ginting, (Ketua AMPI Kabupaten Tanah Karo),” ujar Kapolda Sumut, Komisaris Jenderal Agung Setya Imam, Senin, 8 Juli 2024.

Bacaan Lainnya

Selain Bebas Ginting, Polda Sumut juga mengamankan seorang bernama Pedoman alias Domanta. Bebas Ginting diduga merencanakan pembakaran dan memberikan imbalan kepada pelaku sebesar Rp 1.000.000 masing-masing.

Agung Setya Imam menjelaskan bahwa motif dari peristiwa pembakaran tersebut belum terungkap. Penyidik masih mengumpulkan berbagai bukti untuk menggali lebih dalam.

“Tentu kami akan gali dari apa nanti yang disampaikan oleh para pelaku ini,” tambahnya.

Dua tersangka yang berperan sebagai eksekutor dalam pembakaran rumah Rico adalah Yunus Syahputra Tarigan alias Selawang dan Rudi Apri Sembiring.

Mereka mengakui telah menyiram rumah Rico dengan bensin pada 27 Juni 2024, yang kemudian mengakibatkan kebakaran. Kedua pelaku sempat membeli bensin campuran dari suatu tempat sebelum melakukan aksi tersebut.

Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat memantau rumah Rico sebelum menyiramnya dengan bensin. Setelah itu, mereka menyiram bensin yang menyebabkan api melalap rumah korban hingga hangus. Botol-botol bekas bensin ditemukan sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.

“30 Meter dari lokasi itu kami temukan barang bukti yang ada, dua botol minuman kemasan yang ada sisanya,” ungkap Agung.

Penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti botol penampung bensin, abu bekas pembakaran di tempat kejadian perkara (TKP), dan sisa bahan bakar minyak campuran. Sepeda motor yang digunakan pelaku untuk beraksi juga ditampilkan saat konferensi pers.

Agung mengungkapkan bahwa aksi Rudi dan Yunus terekam CCTV di sekitar rumah Rico yang berada di Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pelaku bahkan sempat melakukan survei sebelum melakukan aksi pembakaran.

“Memastikan dulu dan kemudian mengeksekusi dengan membakar atau menyemprotkan dulu dua botol ke rumah korban, kemudian dia melakukan pembakaran,” tuturnya.

Menurut keterangan pelaku, bagian dinding rumah Rico dan sekitarnya disiram bensin, serta bensin juga disiram ke dalam dekat kamar korban. Keterangan tersangka ini selaras dengan fakta yang ditemukan penyidik di lapangan, termasuk jejak abu pembakaran.

“Menyiramkan campuran antara solar dan bensin ini ke rumah dan dinding di depan maupun di samping ke arah kamar korban,” kata Agung.

Dalam peristiwa tragis ini, Rico Sempurna Pasaribu beserta keluarganya tewas. Selain wartawan Tribrata TV, korban lainnya adalah Elfrida boru Ginting (48 tahun, istri Sempurna), Sudi Investasi Pasaribu (12 tahun, anak), dan Loin Situkur (cucu, 3 tahun). Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan komunitas jurnalis.

Penyidik Polda Sumut berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap motif di balik aksi keji tersebut. Agung menambahkan bahwa investigasi akan terus berlanjut untuk mencari keterkaitan pihak lain dalam kasus ini. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *