TNI AD Tanggapi Tuduhan Keterlibatan Anggotanya dalam Kebakaran Rumah Wartawan

Foto: Brigjen Kristomei Sianturi, juru bicara TNI AD

TNI AD Buka Suara Mengenai Dugaan Keterlibatan Anggotanya dalam Kebakaran Rumah Wartawan

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Angkatan Darat Indonesia (TNI AD) telah memberikan tanggapan terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam kebakaran rumah yang menewaskan empat orang, termasuk wartawan Sampurna Pasaribu, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Brigjen Kristomei Sianturi, juru bicara TNI AD, menekankan pentingnya untuk menyertai klaim semacam itu dengan bukti konkret daripada hanya menganggapnya sebagai desas-desus belaka. Kamis (4/7/2024).

“TNI AD selalu merespons indikasi-indikasi yang dilaporkan dan mengecek kebenaran setiap informasi yang diberikan. Tetapi hendaknya akan lebih baik apabila ada bukti-bukti pendukung, sehingga tidak sekedar rumor,” kata Brigjen Kristomei saat dihubungi oleh media pada Selasa (2/7/2024).

Bacaan Lainnya

Kristomei menyatakan bahwa mereka terbuka menerima informasi dan masukan dari masyarakat. Dia juga menegaskan bahwa jika ada anggota yang terbukti terlibat, mereka akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami terbuka dan sangat berterima kasih apabila ada masyarakat yang memiliki bukti keterlibatan anggota TNI AD dalam pelanggaran hukum tersebut. Justru itu membantu tugas kami dalam penyelidikan masalah tersebut nantinya. Jika benar terbukti, pasti akan kita proses hukum sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku,” tambahnya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk menyerahkan bukti-bukti terkait kepada Polisi Militer untuk diproses lebih lanjut secara hukum.

“Jika memang ada bukti yang menunjukkan keterlibatan anggota dalam kebakaran itu, silahkan dilaporkan dan diserahkan ke Polisi Militer untuk diproses hukum,” jelasnya.

Kejadian kebakaran dilaporkan oleh Damkar sekitar pukul 03.40 WIB pada Kamis (27/6). Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Karo, Gelora Fajar Purba, mengonfirmasi bahwa kejadian terjadi di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, dan menewaskan empat orang.

“Korban jiwa empat orang meliputi Sampurna Pasaribu (40), Efrida Ginting (48), Sudi Investi Pasaribu (12), dan Loin Situngkir (3). Mereka adalah istri, anak, dan cucu dari Sampurna,” ujar Gelora pada Kamis (27/6).

Sebelumnya, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara menemukan adanya kejanggalan terkait kebakaran tersebut. Koordinator KKJ Array menyebut bahwa kebakaran terjadi setelah korban melaporkan aktivitas perjudian yang melibatkan seorang oknum TNI berinisial HB.

“Dari hasil investigasi bersama yang dilakukan KKJ Sumut, ditemukan sejumlah fakta bahwa kasus kebakaran yang menewaskan wartawan Tribrata TV dan keluarganya ini terjadi setelah korban memberitakan perjudian yang ada di Jalan Kapten Bom Ginting, Kecamatan Kabanjahe. Dalam pemberitaan yang dimuat korban, dijelaskan ada keterlibatan oknum aparat inisial HB,” ungkap Array dalam keterangan resminya pada Selasa (2/7/2024).

Array juga menyebut bahwa sebelum kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, ada lima orang pria yang terlihat di sekitar rumah korban, dan kebakaran terjadi pada pukul 03.00 WIB. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkapkan penyebab pasti kejadian tragis ini. (Sumber: Detik, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *