Toni Tamsil Rusak Ponsel untuk Hilangkan Bukti, Penyidik Temukan Rekaman CCTV Pemindahan Dokumen

Foto: Terdakwa perkara obstruction of justice atau merintangi kasus korupsi tata niaga komoditas timah tahun 2015-2022, Toni Tamsil (Ist)

Penyidik Bongkar Upaya Toni Tamsil Hancurkan Bukti, Temukan Rekaman Pemindahan Dokumen di Handphone

KBO-BABEL.COM (Pangkalpinang) – Kasus korupsi tata niaga komoditas timah tahun 2015-2022 kembali mencuat setelah handphone android milik terdakwa Toni Tamsil ditemukan dalam keadaan rusak oleh Tim Penyidik Jampidsus. Penyidik menduga kerusakan tersebut disengaja untuk menghilangkan bukti yang mungkin terdapat di dalam perangkat tersebut. Sabtu (22/6/2024).

Penyidik Jampidsus bertemu dengan Toni Tamsil setelah melakukan pembongkaran paksa terhadap pintu toko kelontongan miliknya di Jalan Kenanga, Kelurahan Koba. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Penyidik Amir Akbar memberikan kesaksian mengenai kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

“Pada saat kami meminta terdakwa datang ke rumah dan tokonya, Toni Tamsil awalnya mengaku sedang berada di kebun,” ujar Amir Akbar.

Namun, penyidik merasa jawaban tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Setelah ditekan lebih lanjut, Toni Tamsil akhirnya mengakui bahwa ia sedang berada di rumah temannya, Jauhari, selama penggeledahan berlangsung.

Penyidik kemudian memerintahkan Toni Tamsil untuk menyerahkan handphone miliknya. Namun, Toni hanya memberikan sebuah handphone kecil yang tidak memungkinkan adanya aplikasi WhatsApp.

“Sehingga kami mencurigai, sebelumnya istrinya menelpon menggunakan WhatsApp, artinya (Toni Tamsil) mempunyai handphone lain,” kata Amir Akbar.

Akhirnya, Toni Tamsil mengaku bahwa handphone android miliknya ditinggalkan di rumah Jauhari. Setelah diserahkan ke penyidik, handphone tersebut ditemukan dalam keadaan pecah patah, seperti sengaja dipatahkan.

“Kami tidak tahu siapa yang merusak handphone android Toni, tapi kata Edwin, teman Toni Tamsil, handphone tersebut terlindas oleh mobil. Kami menduga itu sengaja dipecahkan,” ujar Amir Akbar.

Handphone yang rusak tersebut kemudian diserahkan ke bidang forensik yang ikut melakukan penyidikan di Bangka Tengah. Namun, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa handphone tersebut tidak dapat diakses dan file di dalamnya tidak bisa diambil.

“Kalau yang terdakwa tidak menghindari penyidik, handphone tersebut kami ingin melihat apakah ada bukti elektronik yang ada kaitan dengan perkara, tapi saat handphone sampai ke penyidik sudah dalam keadaan rusak,” tambah Amir Akbar.

Selain menyita handphone android Toni Tamsil, penyidik juga menyita handphone milik istrinya, Andevi. Dalam handphone Andevi, penyidik menemukan kiriman video CCTV dari handphone android Toni Tamsil. Video tersebut berisi cuplikan pemindahan dokumen di pekarangan belakang rumah Toni Tamsil, dari mobil ke mobil.

Penemuan ini menambah kecurigaan penyidik bahwa Toni Tamsil dan kemungkinan rekan-rekannya mencoba untuk menghilangkan bukti-bukti yang dapat memberatkan mereka dalam kasus korupsi ini. Penyidik berencana untuk mendalami temuan ini dan mencari bukti tambahan yang dapat menguatkan dakwaan terhadap Toni Tamsil.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan upaya sistematis untuk menghindari proses hukum dan menghilangkan bukti-bukti krusial. Meskipun handphone android milik Toni Tamsil sudah tidak dapat diakses, penyidik tetap berusaha untuk menggali informasi lebih lanjut dari perangkat lain dan saksi-saksi yang terlibat. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *