Abdul Rani Rasyid, Tokoh Pendiri Provinsi Bangka Belitung, Wafat di Mekkah Saat Haji

Foto: Abdul Rani Rasyid, Tokoh Pendiri Provinsi Babel yang Wafat di Mekkah

Abdul Rani Rasyid, Tokoh Pendiri Provinsi Babel, Wafat di Mekkah Saat Menunaikan Ibadah Haji

KBO-BABEL.COM (Bangka Belitung) – Abdul Rani Rasyid (74), tokoh penting di balik pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, saat menunaikan ibadah haji. Jumat (21/6/2024)

Kepala Bidang Haji Kementerian Agama Bangka Belitung, Rebuan, mengonfirmasi bahwa almarhum meninggal pada Rabu (19/6/2024) sekitar pukul 06.16 waktu Arab Saudi akibat acute respiratory distress syndrome ec pneumonia.

Bacaan Lainnya

“Beliau sudah berhaji,” ujar Rebuan.

Menurut aturan yang berlaku, jenazah Abdul Rani tidak dibawa pulang ke Indonesia. Jenazah akan dimakamkan di pekuburan Saroya di Mekkah.

“Almarhum berasal dari Belitung akan dikuburkan di Saroya yang dikelola maktab Arab Saudi,” kata Rebuan kepada media, Kamis (20/6/2024).

Saat ini, jenazah disemayamkan di Rumah Sakit Annoor, Mekkah. Pemakaman di tanah suci ini menjadi penghormatan tersendiri bagi almarhum yang telah beribadah haji sebelumnya.

Pihak keluarga menyatakan bahwa Abdul Rani berangkat ke Tanah Suci dalam kondisi sehat. Aswandi, seorang anggota keluarga, mengungkapkan bahwa sebelum berangkat, almarhum tampak bugar dan sempat berinteraksi dengan keluarga di asrama haji. Bahkan saat di asrama haji beliau masih sempat mengobrol dan berfoto-foto dengan kerabat.

Namun, kondisi cuaca yang ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu mencapai lebih dari 50 derajat Celsius, diduga berkontribusi pada penurunan kesehatannya.

Abdul Rani Rasyid memiliki karir yang cemerlang meskipun hanya berpendidikan SMA. Beliau pernah bertugas di Samsat Kabupaten Belitung, menjadi Camat Tanjung Pandan, dan anggota DPRD Belitung.

“Biarpun tidak sarjana beliau pernah jadi Camat Tanjung Pandan dan kolega biasa manggilnya wali kota Tanjung Pandan,” kenang Aswandi.

Kepemimpinannya diakui dan dihormati oleh banyak pihak, dan ia sering dijuluki sebagai wali kota karena prestasinya.

Sebagai Ketua Presidium Perjuangan Pembentukan Provinsi dari Belitung, Abdul Rani memainkan peran kunci dalam memisahkan Belitung dan Bangka dari Sumatra Selatan untuk membentuk provinsi baru.

Perjuangannya ini tidak hanya memperkuat identitas daerah tetapi juga mendorong perkembangan infrastruktur dan pemerintahan lokal yang lebih efisien.

Kepergian Abdul Rani Rasyid meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Bangka Belitung. Sebagai tokoh senior dan sesepuh dalam perjuangan pembentukan provinsi, jasa dan dedikasinya akan terus dikenang. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *