Gagalkan Penyelundupan: Ditpolairud Bangka Belitung Amankan 10 Ton Pasir Timah dan Musnahkan 1 Ton Daging Babi

Foto: Ditpolairud Bangka Belitung Musnahkan 1 Ton Daging Babi

Ditpolairud Polda Bangka Belitung Ungkap Kasus Penyelundupan 10 Ton Pasir Timah Illegal, Musnahkan 1 Ton Daging Babi

KBO-BABEL.COM (Pangkalpinang) – Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung mengungkap kasus besar penyelundupan pasir timah ilegal yang dikombinasikan dengan pengiriman daging babi tanpa dokumen resmi. Operasi ini berhasil mengamankan 10 ton pasir timah ilegal dan menghancurkan satu ton daging babi yang digunakan sebagai kedok penyelundupan. Sabtu (15/6/2024)

Kepala Sub-Direktorat Penegakan Hukum Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Ajun Komisaris Besar Ritman Todoan Agung Gultom, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan setelah pihaknya menerima informasi tentang rencana pengiriman pasir timah ilegal melalui Pelabuhan Tanjung Ru, Kabupaten Belitung, menuju Pelabuhan ADP Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.

Bacaan Lainnya

“Kami mendapat informasi adanya pengiriman pasir timah dengan menggunakan truk yang akan dibawa ke Pulau Bangka melalui Pelabuhan Tanjung Ru. Setelah penggerebekan dilakukan, kami berhasil mengamankan satu truk dengan pelat nomor BN 8321 WP yang membawa 10 ton pasir timah ilegal,” ujar Ritman saat konferensi pers setelah operasi, Kamis, 13 Juni 2024.

Pasir timah tersebut diduga diselundupkan dari salah satu gudang di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, dan dimasukkan ke dalam truk bersama satu ton daging babi serta tiga unit mesin cuci. Modus ini digunakan untuk mengelabui pihak berwenang agar tidak mencurigai kegiatan penyelundupan yang dilakukan.

“Dari keterangan sopir truk berinisial AR, 10 ton pasir timah dimuat dari salah satu gudang di Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung dan saat tiba di Pelabuhan Tanjung Ru dimasukan daging babi sebanyak 1 ton dan tiga unit mesin cuci,” ujar dia.

Dalam penanganan kasus ini, Ditpolairud menetapkan tiga tersangka utama, yakni sopir truk dengan inisial AR, kolektor timah berinisial HR, dan koordinator pengiriman dengan inisial O. AR telah diamankan dan menjalani proses penahanan, sementara HR dan O masih dalam tahap penyidikan lebih lanjut.

Proses pemusnahan satu ton daging babi dilakukan dengan kerjasama antara Ditpolairud dan Balai Karantina Hewan setelah barang bukti disita dinyatakan tidak layak konsumsi dan tidak memiliki dokumen yang sah. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah masuknya barang ilegal ke dalam peredaran yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *