Kisah Tragis di Pangkalpinang: Janda Muda Asal Ogan Ilir Dihabisi Akibat Modus ‘MiChat'”

Foto: Ilustrasi garis polisi

Janda Muda Asal Ogan Ilir Tewas Mengenaskan Akibat Modus ‘MiChat’

KBO-BABEL.COM (Pangkalpinang) – Sebuah tragedi mengguncang kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, setelah seorang janda muda asal Ogan Ilir, Sumatera Selatan ditemukan tewas secara tragis di dalam kamar kontrakan pada Senin malam. Korban, yang bernama RMZ (20 tahun), ditemukan dalam keadaan terbujur kaku dengan luka-luka serius di sekujur tubuhnya. Jumat (14/6/2024)

Peristiwa mengerikan ini terkuak setelah pihak kepolisian mengungkap bahwa korban tewas setelah dihabisi oleh seorang pria yang merupakan kenalan dari aplikasi MiChat, sebuah platform kencan online yang digunakan untuk mencari teman ‘ngamar’. Tersangka pembunuhan ini diketahui bernama Mario Valentino (26 tahun), seorang pria yang korban kenal melalui aplikasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, korban dan tersangka telah mengatur pertemuan di kontrakan korban di Jalan Tirta Darma, Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Pertemuan ini tidak berakhir baik ketika tersangka tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh korban. Diduga kuat, tersangka merasa tidak terpuaskan karena uang yang diberikan korban hanya cukup untuk satu sesi ‘ngamar’.

Diduga hasratnya masih tinggi untuk berhubungan badan, namun korban menolak dan tidak mau lagi melayaninya karena diduga uang yang diterima korban hanya cukup untuk satu kali main saja.

Insiden ini terjadi ketika tersangka, dalam keadaan gelap mata dan tak terkendali, memukuli korban berulang kali serta membenturkan kepala korban ke dinding. Meskipun korban berusaha melawan, namun kekuatan tersangka yang lebih besar membuat korban tidak mampu untuk bertahan.

Pengungkapan kejahatan ini dilakukan setelah pihak kepolisian berhasil menangkap tersangka di tempat persembunyiannya. Saat diinterogasi, Mario mengakui perbuatannya secara terperinci.

“Tapi korban tak mau melakukannya lagi. Dia minta uang tambahan, tapi saya sudah tidak punya uang lagi, oleh karena itulah saya gelap mata hingga melakukan hal itu kepada korban,” ujar Mario dalam pengakuan tertulisnya.

Dengan demikian, kematian tragis RMZ menjadi sebuah cerminan betapa rentannya pengguna aplikasi kencan online terhadap risiko kejahatan. Kepolisian terus melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa keadilan dapat ditegakkan bagi korban dan keluarganya. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *