Skandal Penyelundupan: 10 Ton Timah dan 1 Ton Daging Babi Diamankan di Pelabuhan Sadai

Foto: 10 Ton Timah dan 1 Ton Daging Babi Diamankan di Pelabuhan Sadai

Dibongkar di Pelabuhan Sadai: 10 Ton Timah Illegal dan 1 Ton Daging Babi Potong

KBO-BABEL.COM (Bangka Selatan) – Dalam sebuah operasi yang dilakukan oleh Tim Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, sebuah truk berwarna merah dengan nomor polisi BN 8231 WP berhasil dihentikan di Pelabuhan Sadai pada Rabu dini hari, 12 Juni 2024. Kamis (13/6/2024)

Mobil truk ini diketahui membawa muatan yang mencurigakan dari Pelabuhan Tanjung Ru Belitung menuju ke Pelabuhan Sadai, termasuk 220 kampil pasir timah ilegal seberat 10 ton serta 35 dus berisi daging babi potong seberat 1 ton.

Bacaan Lainnya

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, AKBP Todoan Gultom, menjelaskan bahwa informasi tentang kegiatan penyelundupan ini diterima dari masyarakat setempat.

“Kami dapat informasi dari masyarakat adanya pengiriman pasir timah kering dari Belitung menuju ke Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan dengan menggunakan truk dimuat di dalam KMP Menumbing Raya yang di dalam truk ditutupi dengan daging potong yang dimasukkan ke dalam dus,” ujar Todoan dalam konferensi pers di ruang kerjanya.

Ketika tim tiba di Pelabuhan Sadai, situasinya sudah ramai karena pemberitaan telah menyebar luas di masyarakat sekitar.

“Kami langsung mengamankan satu unit truk yang diduga membawa timah. Setelah kami cek ternyata benar informasi ada kurang lebih 10 ton timah yang sudah kering dikemas 220 kampil yang ditutupi oleh 35 dus berisi daging potong seberat 1 ton,” jelas Todoan.

Penyidik Ditpolairud Polda Babel kemudian memastikan bahwa pasir timah tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah untuk pengangkutannya, sehingga truk beserta seluruh muatannya diamankan ke Markas Komando (Mako) Ditpolairud untuk proses lebih lanjut.

Todoan juga mengungkapkan bahwa selain barang bukti berupa pasir timah dan daging babi potong, satu orang sopir truk yang diketahui bernama Arman juga diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Jadi sementara masih tahap perkembangan rencana tindak lanjut kita akan gelar perkara menentukan status dari mereka apakah tersangka atau saksi, tapi untuk sementara dalam perkara ini dalam proses penyelidikan,” tambahnya.

Pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut terkait kasus ini.

“Untuk tujuan pasir timah itu kita masih lakukan penyelidikan dan pengembangan tujuan di Bangka ini mau dibawa ke mana, soalnya dalam truk ini ada dua paket, daging potong dan pasir timah,” ungkap Todoan dengan tegas.

Pasir timah ilegal merupakan salah satu dari beberapa permasalahan yang sering kali menghantui Bangka Selatan. Kegiatan penyelundupan semacam ini tidak hanya merugikan negara dalam hal pendapatan, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan dan ekosistem laut di sekitarnya.

Hingga saat ini, kepolisian belum merilis informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan jaringan penyelundupan yang terlibat atau tujuan akhir dari barang-barang ilegal tersebut. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan yang terjadi di sekitar pelabuhan.

Kasus ini akan terus dipantau perkembangannya oleh pihak berwenang, dengan harapan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku penyelundupan dan menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil bagi semua pihak.

Penyelidikan yang lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam kegiatan ilegal ini, serta memastikan bahwa sumber daya alam Bangka Selatan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat setempat dan generasi mendatang. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *