Keterlibatan Aon Cs dan Kontrak Karya PT Koba Tin dalam Skandal Mega Korupsi Pertambangan Timah

Foto: PT Koba Tin

Terbongkarnya Mega Korupsi Timah di Bangka Belitung: Kontrak Karya PT Koba Tin dan Peran Aon Cs

KBO-BABEL.COM (Bangka Belitung) – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diguncang oleh skandal mega korupsi di sektor pertambangan timah yang merugikan negara hingga 300 triliun rupiah. Skandal ini melibatkan banyak pihak, termasuk sejumlah pejabat, pengusaha, dan aktris terkenal, dan dianggap sebagai kasus korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia, mengalahkan skandal BLBI. Kamis (13/6/2024)

Marwan Guntoro, tokoh pemuda dari Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), menjadi salah satu suara kritis dalam menyoroti skandal ini. Ia mengungkapkan bahwa akar dari korupsi besar-besaran ini kemungkinan besar bersumber dari Kontrak Karya PT Koba Tin, perusahaan yang sudah lama beroperasi di sektor pertambangan timah di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kita menduga bahwa Kontrak karya PT Koba Tin merupakan sumber lahirnya skenario kasus korupsi PT Timah saat ini. Aon Cs dengan perusahaan miliknya saat itu CV Mineral Investama (Minvest) sekaligus mitra PT Koba Tin diduga bermain mata dan mengatur permainan timah. Sehingga PT Koba Tin dalam laporan pembukuannya ke Kementerian ESDM dalam tiap tahun mengalami kerugian besar, bahkan beberapa mantan petinggi PT Koba Tin dan masyarakat saat itu menyebut hadirnya Aon Cs sebagai biang bangkrutnya PT Koba Tin,” jelas Marwan.

Menurut Marwan, sejumlah mantan petinggi PT Koba Tin dan masyarakat sekitar telah menyatakan bahwa kehadiran Aon Cs menjadi penyebab utama kebangkrutan PT Koba Tin. Dugaan ini didasarkan pada fakta bahwa kerugian yang dilaporkan oleh PT Koba Tin setiap tahunnya tidak wajar dan mencurigakan.

Lebih lanjut, Marwan menyoroti kerugian negara sebesar 300 triliun rupiah yang dilaporkan terjadi di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah dari tahun 2015 hingga 2022 di Kabupaten Belitung, Belitung Timur, dan Bangka. Ia mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk meneliti lebih dalam hubungan antara PT Koba Tin dan Aon Cs.

“Konsep dan kalkulasi kerugian negara dari IUP PT Timah sepanjang tahun 2015-2022 yang berada di Kabupaten Belitung, Belitung Timur dan Bangka patut dipertanyakan kembali kepada kejagung RI. PT Koba Tin dan Aon Cs serta para tersangka lainnya memiliki korelasi kuat, sehingga kami mendorong Kejagung RI perlu melakukan penyelidikan terbaru dalam hal ini,” tegas Marwan.

Marwan juga menuntut audit ulang terkait peran dan keterlibatan oknum pejabat daerah dalam kasus korupsi ini. Ia menekankan pentingnya transparansi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kurator mengenai penggunaan anggaran jaminan reklamasi dan Corporate Social Responsibility (CSR).

“Sekali lagi kami juga meminta Kementerian ESDM dan Kurator untuk terbuka dalam hal ini. Sisa penggunaan anggaran jaminan reklamasi dan CSR segera kembalikan untuk masyarakat Kecamatan Koba. Kami melihat sejauh ini masih banyak kewajiban PT Koba Tin yang hingga hari ini belum terselesaikan, bahkan menambah masalah dan konflik baru sepanjang tahun,” ungkap Marwan.

Skandal mega korupsi ini tidak hanya mengejutkan publik di Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian dunia internasional, mengingat besarnya kerugian yang dialami oleh negara.

Kasus ini membutuhkan investigasi menyeluruh dan transparansi dari pihak berwenang untuk memastikan bahwa semua yang terlibat, termasuk pejabat dan pengusaha besar, bertanggung jawab atas tindakan mereka. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *