Dua Saudara Pemanen Sawit Tewas Tersambar Petir di Desa Nyelanding

Foto: Ilustrasi tersambar petir

Kronologi Tragis: Dua Pekerja Sawit Tewas Tersambar Petir di Air Gegas, Leher dan Dada Hangus

KBO-BABEL.COM (Toboali) – Peristiwa tragis terjadi di Desa Nyelanding, Kecamatan Air Gegas, saat dua saudara pemanen sawit tewas tersambar petir. Insiden ini menewaskan Supiyan (43) dan Mukti (38), sementara seorang rekannya, Saiful (47), berhasil selamat meski dalam kondisi lemah. Kejadian naas tersebut berlangsung pada Selasa siang (11/06) sekitar pukul 12.40 WIB. Rabu (12/6/2024)

Kapolsek Air Gegas, Iptu Agam Gustafa Rizka, menjelaskan bahwa ketiga pemanen sawit tersebut sedang beristirahat di sebuah pondok kebun di Bukit Peter, Desa Nyelanding, ketika hujan mulai turun.

Tiba-tiba, petir menyambar pondok tempat mereka berteduh, mengakibatkan Supiyan dan Mukti tewas di tempat dengan luka bakar parah pada bagian leher dan dada.

“Pada peristiwa tersebut ternyata ada tiga orang yang sedang memanen buah sawit. Dua orang meninggal dunia karena sambaran petir, sedangkan satu lagi masih selamat.”  jelas Kapolsek Air Gegas Iptu Agam Gustafa Rizka, Selasa malam (11/06).

Saiful, yang selamat dari sambaran petir, segera berusaha menghubungi warga sekitar meski dalam kondisi lemah. Warga setempat segera datang dan memberikan pertolongan.

Kedua korban yang tewas langsung dievakuasi ke rumah duka, sementara Saiful dilarikan ke RSUD Abu Hanifah di Bangka Tengah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kedua korban mengalami luka hangus terbakar pada bagian leher dan dada,” lanjut Kapolsek Agam.

“Saiful yang berhasil selamat sedang dirawat di RSUD Abu Hanifah Bangka Tengah,” tambahnya.

Peristiwa ini menggemparkan warga Desa Nyelanding dan sekitarnya. Mereka turut berduka cita atas kejadian tragis yang menimpa Supiyan dan Mukti. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan bahaya petir, terutama bagi para pekerja di lapangan terbuka seperti pemanen sawit.

Kapolsek Agam menghimbau kepada warga agar lebih berhati-hati saat berada di luar ruangan, terutama di saat cuaca buruk.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk segera mencari tempat perlindungan yang aman jika terjadi hujan dan petir. Jangan berteduh di bawah pohon atau tempat terbuka yang berpotensi menjadi sasaran sambaran petir,” jelasnya.

Kejadian sambaran petir yang menewaskan dua orang ini menambah daftar panjang insiden serupa di Indonesia, di mana kondisi cuaca ekstrem seringkali menimbulkan korban jiwa.

Peningkatan kewaspadaan dan pemahaman mengenai langkah-langkah keselamatan saat terjadi petir menjadi sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Masyarakat Desa Nyelanding diharapkan bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang bisa berubah dengan cepat. Upaya untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya petir dan cara menghindarinya perlu ditingkatkan guna menghindari korban jiwa di masa mendatang.

Keluarga korban yang ditinggalkan mendapatkan dukungan dari warga sekitar, yang turut berduka atas kehilangan tersebut. Semoga kejadian tragis ini tidak terulang kembali dan menjadi pelajaran bagi kita semua. (KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *