Bawaslu Provinsi Bangka Belitung Gelar Acara Refleksi Penanganan Pelanggaran Pemilu 2024

Foto: Novrian Saputra, Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Babel

Bawaslu Provinsi Bangka Belitung Melaksanakan Acara Refleksi Penanganan Pelanggaran pada Pemilihan Umum serentak Tahun 2024

KBO-BABEL.COM (Sungailiat) – Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan acara Refleksi Penanganan Pelanggaran pada pemilihan umum serentak tahun 2024, di Hotel Tanjung Pesona, Minggu (09/06/24). Senin (10/6/2024)

Dengan sambutannya sekaligus membuka acara, Anggota Bawaslu Provinsi (Babel) Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi, Novrian Saputra menjelaskan bahwa Pemilu 2024 memiliki ritme dan persoalan yang tidak jauh berbeda dengan Pilkada 2024 nanti.

Bacaan Lainnya

Dari tahapan dimulainya pemilihan serentak hingga menuju pemungutan dan perhitungan suara.

Novrian juga menegaskan jajaran di Bawaslu Kabupaten atau Kota untuk memahami aturan dan regulasi, bahkan pelajari secara berulang agar tidak salah persepsi, sehingga tidak takut dalam menegakkan kebenaran saat menghadapi kasus atau dugaan pelanggaran.

Foto: Bawaslu Provinsi Bangka Belitung Gelar Acara Refleksi Penanganan Pelanggaran Pemilu 2024

Ada tiga aspek yang perlu dievaluasi untuk penanganan pelanggaran ke depannya, yaitu regulasi peraturan perundang-undangan, sumber daya manusia dan sarana prasarana.

Dalam Pelaksanaan rapat Fasilitas dan Pembinaan Penanganan Pelanggaran dengan tema “Refleksi Penanganan Pelanggaran pada Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024”, juga melibatkan Gakkumdu Kabupaten atau Kota untuk menyampaikan hasil kinerja ketiga pilar penanganan pelanggaran Pemilu pada tahapan Pemilu 2024 di Babel.

Dengan Kegiatan ini dapat menjadi momentum evaluasi yang juga bersifat internal kepada seluruh jajaran dan upaya untuk meningkatkan fungsi pencegahan dan pengawasan lembaga menuju Pilkada 2024 mendatang.

“Begitu pula keterbatasan kewenangan Bawaslu, tahapan yang beririsan dan optimalisasi pendampingan oleh Kejaksaan serta kepolisian juga jadi tantangan ke depan”, pungkas Novrian Saputra. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *