Audit BPK Menunggu, CV Ghuno Dhio Diblacklist karena Proyek Dermaga Pantai Lampu Tak Kunjung Selesai

Firmansyah, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Basel
Firmansyah, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Basel

 CV Ghuno Dhio Diblacklist, Pembangunan Dermaga Wisata Pantai Lampu Gagal Rampung

KBO-BABEL.COM, (BASEL – TOBOALI) – Proyek pembangunan dermaga menuju tempat wisata Pantai Lampu mengalami kendala serius. CV Ghuno Dhio, kontraktor yang bertanggung jawab atas pengerjaan proyek ini, gagal menyelesaikan pekerjaan meski telah diberikan perpanjangan waktu sebanyak dua kali. Proyek yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp.2,5 miliar ini seharusnya selesai tepat waktu, namun kenyataannya hanya mencapai 82% penyelesaian. Rabu (5/6/2024).

Firmansyah, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Basel, mengonfirmasi bahwa CV Ghuno Dhio telah di-blacklist akibat kegagalan ini.

“Iya, memang benar proyek pengerjaan dermaga tersebut tak selesai dan mereka sudah mendapatkan dua kali perpanjangan waktu,” ujarnya pada Rabu (05/06).

Bacaan Lainnya

Firmansyah menjelaskan bahwa perpanjangan waktu pertama diberikan selama 40 hari, kemudian ditambah lagi selama 50 hari.

Namun, meski telah diberikan total tambahan waktu 90 hari, pengerjaan dermaga tetap tidak tuntas.

“Sudah kita kasih perpanjangan waktu sesuai dengan Perpres tentang pengadaan barang dan jasa, tetapi pihak perusahaan tetap tidak bisa menyelesaikannya,” tambah Firmansyah.

Faktor alam disebut-sebut sebagai salah satu alasan utama proyek ini tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

Keadaan air laut yang kadang tenang dan kadang bergelombang kuat menyebabkan keterlambatan dalam pengerjaan.

Meski telah diupayakan semaksimal mungkin, tantangan alam ini tidak bisa diatasi oleh pihak kontraktor.

Terkait pembayaran kepada CV Ghuno Dhio, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini tengah mengaudit sisa pembayaran yang harus diselesaikan.

Hingga saat ini, pemerintah daerah telah mencairkan pembayaran sebanyak dua termin, berdasarkan hitungan dari konsultan pengawas yang menyatakan pekerjaan sudah selesai sebesar 82%. Namun, pembayaran termin berikutnya belum dilakukan karena menunggu hasil audit BPK.

Proyek pembangunan dermaga menuju tempat wisata Pantai Lampu mengalami kendala serius. CV Ghuno Dhio, kontraktor yang bertanggung jawab atas pengerjaan proyek ini, gagal menyelesaikan pekerjaan meski telah diberikan perpanjangan waktu sebanyak dua kali. Proyek yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp.2,5 miliar ini seharusnya selesai tepat waktu, namun kenyataannya hanya mencapai 82% penyelesaian. Rabu (5/6/2024).Firmansyah, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Basel, mengonfirmasi bahwa CV Ghuno Dhio telah di-blacklist akibat kegagalan ini.
Foto: Proyek Dermaga Wisata Pantai Lampu Gagal Tepat Waktu

“BPK sekarang sedang menghitung apakah sudah sesuai atau belum, dan berdasarkan dari perhitungan dari BPK tersebut, namun pihaknya belum mencairkannya karena baru mencairkan pada termin kedua dari pekerjaan tersebut sekitar 60 persen,” jelas Firmansyah.

Firmansyah juga menambahkan bahwa pihak pelaksana atau kontraktor berkewajiban mengembalikan uang muka yang telah terbayarkan di awal proyek. Karena status perusahaan yang putus kontrak dan di-blacklist, mereka juga akan dikenakan denda.

“Intinya sekarang kita sedang menunggu audit dari BPK RI atas pekerjaan perusahaan tersebut, berapa yang harus kita bayarkan dari progress pekerjaan mereka,” terangnya.

Meski dermaga menuju wisata Pulau Lampu belum sepenuhnya selesai, sebagian besar strukturnya sudah bisa digunakan.

Dermaga ini bisa dipakai untuk spot berfoto atau tempat kapal berlabuh, karena hanya bagian ujungnya saja yang belum selesai akibat faktor alam.

Keberlanjutan proyek dermaga ini masih belum diputuskan. Pihak DPKO Basel masih menunggu arahan dari Kementerian Pariwisata mengenai langkah selanjutnya.

“Mengenai dilanjutkan pekerjaannya atau tidak, kita sedang menunggu arahan dari Kementerian Pariwisata nantinya,” tambah Firmansyah.

Kasus ini menjadi contoh penting tentang tantangan yang dihadapi dalam proyek infrastruktur di wilayah pesisir, di mana faktor alam sering kali menjadi hambatan besar.

Ini juga menyoroti perlunya perencanaan yang lebih matang dan antisipasi terhadap kemungkinan hambatan alam dalam proyek-proyek serupa di masa depan.

Dengan blacklist yang dikenakan kepada CV Ghuno Dhio, diharapkan menjadi pelajaran bagi kontraktor lain untuk lebih bertanggung jawab dan mematuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Sementara itu, audit dari BPK akan menentukan langkah-langkah keuangan yang perlu diambil untuk menyelesaikan sisa pembayaran proyek ini dan memastikan tidak ada kerugian yang lebih besar bagi pemerintah daerah. (KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *