Investasi Rp 100 Miliar: Hashim Fokus Kembangkan Industri Timah di Batam

Foto: Hashim Djojohadikusumo Perkuat Bisnis Timah di Batam melalui PT Stania (Net)

Hashim Djojohadikusumo Fokus pada Pengembangan Bisnis Timah di Batam melalui PT Stania

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Terpilih Prabowo Subianto, mengungkapkan rencananya untuk fokus pada pengembangan pengolahan timah di Batam, Kepulauan Riau. Di bawah naungan PT Solder Tin Andalan Indonesia (PT Stania), perusahaan tersebut baru saja melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada 10 Mei 2024. Senin (3/6/2024)

PT Stania bertujuan untuk mencapai produksi tahunan sebesar 16.000 ton timah, dengan investasi awal pembangunan pabrik mencapai Rp 100 miliar dan target omzet hingga Rp 1,2 triliun per tahun.

Bacaan Lainnya

Hashim yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Stania menyatakan bahwa perusahaan sedang dalam tahap menambah lini produksi untuk memenuhi target tersebut.

“Ada, kita rencana untuk tambah lagi, kemarin kan di Batam untuk peresmian atau peletakan batu pertama untuk line pertama. Ada kemungkinan kita tambah 4 line lagi atau 5 line lagi,” ungkap Hashim saat ditemui Kontan beberapa waktu lalu.

Pabrik yang didirikan oleh PT Stania di Batam ini akan memproduksi solder berbahan dasar timah dalam berbagai bentuk, termasuk kawat solder dan pasta solder.

Pada tahap pertama, perusahaan akan memproduksi 200 ton tin solder powder per tahun. Namun, produksi ini diharapkan akan terus meningkat hingga mencapai 16.000 ton per tahun.

Menurut Hashim, pengembangan bisnis timah ini merupakan fokus utama dari Grup Arsari di wilayah Batam. Ia menegaskan bahwa untuk sementara, perhatian dan investasi akan difokuskan di Batam untuk mengembangkan industri ini.

“Selain di Batam? Kita fokus di Batam ya, ini untuk industri,” jelasnya.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi PT Stania dalam industri timah nasional dan internasional. Batam, dengan lokasinya yang strategis dan infrastruktur yang berkembang, dipilih sebagai basis utama operasi untuk mendukung ekspansi ini.

Selain itu, dengan adanya penambahan lini produksi, PT Stania berencana untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pabrik sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Investasi awal sebesar Rp 100 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan pabrik ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan industri timah di Indonesia.

Dengan target omzet mencapai Rp 1,2 triliun per tahun, PT Stania berambisi untuk menjadi pemain utama dalam industri solder berbahan dasar timah di pasar lokal maupun internasional.

Pengembangan bisnis ini juga sejalan dengan visi Hashim Djojohadikusumo untuk memajukan industri nasional dan menciptakan lapangan kerja di daerah. Dengan ekspansi yang direncanakan, diharapkan PT Stania dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal di Batam dan sekitarnya.

Selain manfaat ekonomi, Hashim juga menekankan pentingnya inovasi dan kualitas dalam produksi. Dengan teknologi dan proses manufaktur yang canggih, PT Stania berupaya untuk menghasilkan produk solder timah yang berkualitas tinggi dan kompetitif di pasar global.

Di masa depan, jika target produksi dan ekspansi lini produksi tercapai, PT Stania dapat mempertimbangkan untuk memperluas operasinya ke wilayah lain. Namun, untuk saat ini, fokus utama tetap pada pengembangan pabrik di Batam dan pencapaian target produksi yang telah ditetapkan.

Keputusan untuk menambah hingga lima lini produksi baru menunjukkan optimisme perusahaan terhadap pertumbuhan permintaan produk solder berbahan dasar timah. Langkah ini juga mencerminkan strategi jangka panjang PT Stania untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi kebutuhan pasar yang dinamis.

Dengan latar belakang dan pengalaman Hashim Djojohadikusumo dalam dunia bisnis, serta dukungan dari Grup Arsari, PT Stania memiliki potensi besar untuk mencapai tujuannya dan menjadi salah satu pemain utama dalam industri timah. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *