Plt. Asisten II dan TPID Kota Pangkalpinang Ikuti Rakor Virtual Pengendalian Inflasi Daerah

Foto: Plt. Asisten II dan TPID Kota Pangkalpinang Ikuti Rakor Virtual Pengendalian Inflasi Daerah

Pemkot Pangkalpinang Hadiri  Rakor 2024: Tomsi Tohir Mendorong Konsep Holistik dalam Pengendalian Inflasi

KBO-BABEL.COM (Pangkalpinang) – Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangun Kota Pangkalpinang, Juhaini, bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI secara virtual. Acara tersebut diadakan di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang pada hari Senin, 27 Mei 2024. Selasa (28/5/2024)

Rakor ini adalah bagian dari serangkaian pertemuan rutin yang dilakukan setiap Senin. Dipimpin oleh Plt. Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, rakor ini dihadiri oleh berbagai perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Tujuan utama dari rakor ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan dalam mengendalikan inflasi serta menyusun konsep dan perencanaan yang lebih terintegrasi dan holistik.

Tomsi Tohir, dalam arahannya, menyoroti pentingnya memiliki konsep dan perencanaan yang komprehensif dalam upaya pengendalian inflasi. Beliau menyampaikan kekhawatirannya bahwa selama hampir dua tahun terakhir, upaya yang dilakukan hanya sebatas memadamkan api tanpa memiliki konsep yang jelas.

“Dari bulan September 2022 hampir 2 tahun kita hanya berupaya memadamkan api ibaratnya seperti itu, tapi konsep kita secara utuh kita ga punya,” ujar Tomsi dengan tegas.

Lebih lanjut, Tomsi menegaskan perlunya komitmen bersama untuk melakukan upaya pengendalian jangka panjang. Beliau mengajak semua pihak terkait, baik dari kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah, untuk fokus pada perencanaan dalam satu tahun dengan mempertimbangkan data dan informasi dari tahun sebelumnya. Ini termasuk melihat kegiatan masyarakat yang dapat memengaruhi kebutuhan serta kondisi cuaca yang dapat mengganggu distribusi barang.

“Ini tolong dibuat rencananya apa dan tolong dibuat juga langkah antisipasinya apa,” tegas Tomsi.

Tomsi juga menyoroti pentingnya tidak hanya melakukan tindakan reaktif seperti operasi pasar dan kunjungan ke pasar, tetapi juga melakukan tindakan preventif seperti pelaksanaan MOU antar daerah dan penanaman yang benar-benar dijalankan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka inflasi Kota Pangkalpinang masuk dalam 10 kota dengan inflasi terendah secara year on year (y-o-y) yakni 2.39 persen.

Hal ini menunjukkan adanya upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, meskipun masih diperlukan langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.

Kehadiran Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangun Kota Pangkalpinang, Juhaini, dan tim TPID dalam rakor ini menandai komitmen mereka untuk terus berperan aktif dalam upaya mengatasi masalah inflasi di daerah mereka.

Dengan dukungan dan kerjasama semua pihak terkait, diharapkan upaya pengendalian inflasi dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Kota Pangkalpinang dan Indonesia pada umumnya. (Red, KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *