Profil Bripda Iqbal Mustofa, Anggota Densus 88 yang Tertangkap Basah Menguntit Jampidsus Kejagung

Fptp: Bripda Iqbal Mustofa, Anggota Densus 88 yang Tertangkap Basah Menguntit Jampidsus Kejagung

Tersingkap Identitas Rahasia Bripda Iqbal Mustofa: Anggota Densus 88 yang Menyamar sebagai Karyawan BUMN

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Terkabar kejadian mengejutkan meramaikan jagat media sosial belakangan ini ketika seorang anggota Densus 88 yang ternyata menguntit Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, terciduk dalam sebuah restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Senin (27/5/2024)

Identitasnya pun terkuak: Bripda Iqbal Mustofa, pria kelahiran Tegal pada 29 Juni 1999 yang belum menikah. Namun, yang membuat gempar adalah pengungkapan bahwa Iqbal Mustofa, selama ini dikenal sebagai anggota elit anti-teror, ternyata juga memiliki nama dan pekerjaan samaran.

Bacaan Lainnya

Dalam pengungkapan yang mengejutkan tersebut, Bripda Iqbal Mustofa diketahui menyamar sebagai karyawan BUMN dengan inisial HRM. Hal ini terbongkar setelah ia tertangkap basah oleh polisi militer yang ikut mengawal Febrie Adriansyah di restoran tersebut. Iqbal Mustofa membawa Kartu Tanda Anggota (KTA) Densus 88 AT Polri dengan pangkat Bripda saat ditangkap.

Diduga aksi menguntit Febrie Adriansyah merupakan bagian dari misi “Sikat Jampidsus”. Namun, hubungan antara aksi tersebut dengan seorang Jenderal bintang empat yang berinisial B dalam kasus timah masih belum jelas.

Kejadian tersebut terjadi saat Febrie Adriansyah sedang makan malam di sebuah ruangan VIP di lantai dua restoran, sementara dua orang yang diduga anggota Densus 88 tiba-tiba muncul. Kedua anggota Densus 88 tersebut mengenakan pakaian santai dan masker, dengan satu di antaranya meminta meja di lantai dua dengan alasan ingin merokok. Mereka terlihat merekam aktivitas Febrie Adriansyah dengan alat yang diarahkan padanya.

Curiga atas aktivitas yang mencurigakan, polisi militer yang mengawal Febrie Adriansyah berhasil menangkap salah satu dari kedua anggota Densus 88 tersebut. Febrie Adriansyah kemudian menghubungi Kabareskrim Polri untuk meminta penjelasan terkait kejadian tersebut.

Kontroversi yang melingkupi kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum dan keamanan nasional.

Bagaimana pun juga, pengungkapan identitas seorang anggota Densus 88 seperti Iqbal Mustofa menyoroti kompleksitas dan tantangan yang dihadapi oleh aparat keamanan dalam melaksanakan tugasnya. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *