Kuasa Hukum Keluarga Vina Bereaksi Tegas Usai Polda Jabar Umumkan DPO Hanya 1 Orang

Foto: Kuasa Hukum Keluarga Vina Bereaksi Tegas Usai Polda Jabar Umumkan DPO Hanya 1 Orang

Penangkapan Pegi Mengguncang Kasus Pembunuhan Vina: Kuasa Hukum Keluarga Bereaksi Tegas Terhadap Pengumuman Polda Jabar

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Kasus pembunuhan yang menghebohkan yang menimpa Vina dan Eky di Cirebon pada Agustus 2016 kembali memunculkan sorotan publik setelah Polda Jawa Barat (Jabar) mengumumkan penangkapan salah satu tersangka dalam kasus ini, Pegi, pada Selasa (21/5). Penangkapan Pegi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) merupakan langkah signifikan dalam penuntasan kasus yang telah lama menyita perhatian masyarakat. Senin (27/5/2024)

Dalam konferensi pers yang digelar di Polda Jabar pada Minggu (26/5), Kombes Surawan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, menjelaskan bahwa dari sembilan tersangka yang terlibat dalam kasus ini, hanya Pegi yang masih menjadi buron. Pernyataan ini menjadi sorotan utama dalam konferensi pers tersebut.

Bacaan Lainnya

Reaksi tegas datang dari tim kuasa hukum keluarga Vina, yang telah lama menuntut keadilan atas kasus ini. Putri Maya Rumanti, juru bicara tim kuasa hukum keluarga Vina, menanggapi pengumuman Polda Jabar dengan sikap tegas.

“Hari ini ada hal yang membahagiakan tentunya dan ada juga yang membuat kami kecewa. Yang membahagiakan tentunya Polri sudah bisa memastikan bahwa pelaku yang ditangkap adalah salah satu DPO,” ujarnya dalam jumpa pers di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Namun tidak berhenti di situtim kuasa hukum keluarga Vina juga menyampaikan kekecewaan. Putri menyoroti pernyataan Polda Jabar yang mengklaim bahwa dua dari sembilan DPO dalam kasus ini ternyata tidak ada alias fiktif.

“Namun ada hal yang membuat kami kecewa kenapa polda menyatakan dua DPO tersebut itu tidak ada alias fiktif,” tandasnya.

Reaksi kuat dari pihak keluarga Vina atas pengungkapan ini mencerminkan keinginan mereka untuk mendapatkan keadilan yang sebenarnya. Putri menyebutkan bahwa keluarga Vina terkejut mendengar kabar tersebut, namun mereka berkomitmen untuk terus berjuang demi kebenaran.

“Saya coba menenangkan mereka dan saya coba katakan saya akan coba berkoordinasi coba kami rapatkan dulu sama Pak Hotman bahwa hilangnya dua DPO ini,” ungkap Putri.

Kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi pada Agustus 2016 di Cirebon telah mengguncang masyarakat Indonesia. Vina, korban dalam kasus ini, juga diperkosa oleh para pelaku saat kejadian berlangsung.

Awalnya, polisi telah menangkap delapan orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Tujuh di antaranya sudah divonis hukuman penjara seumur hidup, sementara satu pelaku bernama Saka Tatal telah bebas setelah menjalani hukuman selama 3 tahun 8 bulan.

“Perlu saya tegaskan, tersangka semua bukan sebelas, tapi sembilan, sehingga DPO hanya satu,” kata Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan dalam konferensi pers di Polda Jabar. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *