Jemaah Calon Haji Asal Bangka Belitung Meninggal di Embarkasi Palembang Sebelum Berangkat ke Tanah Suci, Almarhumah Akan Dibadalhajikan

Foto: Ilustrasi Calon Jemaah Haji

Satu Calon Jemaah Haji Asal Babel Meninggal di Palembang: Almarhumah Umiyana Akan Dibadalhajikan

KBO-BABEL.COM (Palembang) – Seorang jemaah calon haji asal Bangka Belitung, Umiyana Saibi Umar (40), telah meninggal dunia di Embarkasi Palembang pada Sabtu, 18 Mei 2024. Kabar duka ini mengguncang keluarga besar serta komunitas haji di wilayah tersebut. Sebelum kepergiannya, Umiyana sempat dirawat di RS Siti Fatimah Palembang, namun upaya pengobatan tidak mampu menolongnya. Sabtu (25/5/2024)

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kementerian Agama Sumsel, Armet, menyampaikan bahwa Umiyana adalah bagian dari kloter 5 yang tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada tanggal 17 Mei 2024.

Namun, saat sedang menunggu penerbangan lanjutan ke Madinah, nasib tragis menimpanya ketika ia tiba-tiba pingsan dan harus segera dirujuk ke RS Siti Fatimah.

Dengan keprihatinan yang mendalam, pemerintah mengonfirmasi bahwa karena Umiyana meninggal di embarkasi, maka ia akan dibadalhajikan. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan bahwa setiap jemaah haji yang meninggal di tanah suci dapat menyelesaikan ibadahnya secara sempurna.

Lebih lanjut, Armet juga mengumumkan bahwa Embarkasi Palembang telah sukses memberangkatkan 2.691 jemaah haji. Dari jumlah tersebut, 1.553 berasal dari Sumatera Selatan, 1.108 dari Bangka Belitung, dan 30 petugas kloter. Pemberangkatan ini menjadi momen penting bagi mereka yang telah menantikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Dalam menghadapi cuaca yang ekstrem di Madinah, Armet menekankan pentingnya bagi para jemaah untuk menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi tubuh mereka.

Dengan suhu yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar hotel dan memperbanyak istirahat serta minum yang cukup.

Tidak hanya itu, Armet juga mengajak para jemaah untuk saling memiliki tenggang rasa dan peduli satu sama lain. Jemaah yang lebih muda diharapkan dapat memberikan perhatian ekstra kepada sesama jemaah yang lanjut usia, sehingga semua dapat menjalani rangkaian ibadah haji dengan lancar, mulai dari rukun, wajib, hingga sunnah haji.

Kematian Umiyana menjadi pengingat bagi semua bahwa perjalanan menuju Tanah Suci tidak selalu berjalan mulus. Namun, semangat untuk menjalankan ibadah haji tetaplah kuat di hati setiap jemaah, dan semoga mereka semua diberikan kekuatan dan keselamatan selama perjalanan mereka menuju dan selama berada di Tanah Suci. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *