Aksi Bejat! Pengurus Panti Asuhan di Belitung Cabuli Anak Asuh Sejak Masih Sekolah Dasar (SD)

Foto :Ilustrasi Kasus Pemerkosaan

Pengurus Panti Asuhan di Belitung Ditangkap karena Kasus Pelecehan Terhadap Anak Asuhnya

KBO-BABEL.COM (Belitung) – Sebuah kejadian tragis mengguncang Kabupaten Belitung saat pengurus panti asuhan berinisial BS (53) ditangkap oleh pihak kepolisian atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 15 tahun, yang juga merupakan anak asuhnya sendiri. Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah korban melarikan diri dari panti asuhan dan melaporkan peristiwa mengerikan yang dialaminya kepada pihak berwenang. Sabtu (25/5/2024)

Dilansir dari keterangan resmi Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Deki Marizaldi, pelaku yang merupakan salah satu pengurus panti asuhan anak yatim di Kabupaten Belitung tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Bacaan Lainnya

Aksi bejat yang dilakukan oleh BS telah terjadi sejak tahun 2022, saat korban masih berusia sekolah dasar, hingga Mei 2024. Korban, yang saat ini berusia 15 tahun, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut telah terjadi secara berulang kali di dalam lingkungan panti asuhan.

Peristiwa tragis ini terbongkar setelah korban berhasil melarikan diri dan mencari perlindungan di rumah warga sekitar. Dengan penuh keberanian, korban mengaku menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan oleh pengurus panti asuhan tempatnya tinggal.

Setelah menerima laporan dari warga, tim UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Belitung segera mengambil tindakan dan melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku di tempat kerjanya, yaitu panti asuhan tersebut. Pelaku kemudian mengakui perbuatannya yang menjijikkan tersebut di hadapan polisi.

Modus operandinya terungkap bahwa pelaku mengiming-imingi korban dengan uang sebesar Rp 100 ribu untuk memindahkan kamar dari depan ke belakang, lalu melakukan perbuatan bejat tersebut saat korban tertidur dengan menutupi wajahnya menggunakan bantal.

Usai melancarkan aksinya, pelaku memberikan uang sejumlah yang dijanjikannya kepada korban, yang selama ini takut dengan istri pelaku dan diancam agar tidak mengungkapkan kejadian tersebut. Kondisi psikologis korban pun terganggu, dan akhirnya ia memutuskan untuk melarikan diri dari panti asuhan tersebut.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti termasuk bantal, sprei, pakaian, serta hasil visum korban sebagai bukti dalam kasus ini. Atas perbuatannya, BS kini ditahan di Mapolres Belitung dan dijerat dengan pasal Perlindungan Anak yang dapat menghadapi hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Kasus pelecehan seksual ini tidak hanya menimbulkan kecaman dari masyarakat Belitung, tetapi juga mengingatkan akan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak yang rentan menjadi korban kejahatan.

Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan perlindungan yang maksimal bagi anak-anak yang berada di panti asuhan maupun di lingkungan sekitarnya. Semua pihak diharapkan bersatu untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang, serta memberikan dukungan penuh bagi korban. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *