PT Timah Bersiap Ambil Alih Tambang Ilegal Demi Pulihkan Kerugian RP 450 Miliar

Foto: Ilustrasi Tambang Timah Ilegal

PT Timah Akan Ambil Alih Tambang Ilegal untuk Pulihkan Kerugian Rp 450 Miliar

KBO-BABEL.COM (Pangkalpinang) – Dalam upaya memulihkan dari kerugian besar sebesar Rp 450 miliar, PT Timah (Persero) Tbk, perusahaan pertambangan timah milik negara, sedang bersiap untuk mengambil alih tambang ilegal yang beroperasi di atas lahan miliknya. Langkah strategis ini diambil di tengah periode yang penuh tantangan bagi perusahaan, ketika harga timah global merosot dan produksi mengalami penurunan tajam. Jumat (24/5/2024)

Inisiatif ini diungkapkan oleh Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, yang merinci rencana pemerintah untuk menggeliatkan kembali PT Timah.

Bacaan Lainnya

“Salah satu skema melibatkan pengambilalihan kembali tambang ilegal yang mengintai wilayah PT Timah,” ungkap Kartika Wirjoatmodjo, yang akrab disapa Tiko, dalam wawancara di Balai Kartini, Jakarta, pada hari Rabu (23 Mei 2024).

Keputusan ini berasal dari situasi keuangan yang memprihatinkan PT Timah, dengan kerugian mencapai Rp 450 miliar pada tahun 2023. Ahmad Dani Virsal, Direktur Utama PT Timah, mengaitkan penurunan ini dengan penurunan harga timah global.

“Pendapatan kami terdampak karena penurunan signifikan baik produksi maupun harga timah,” ungkap Ahmad Dani Virsal secara terbuka dalam pertemuan dengan Komisi VI DPR pada hari Selasa (2 April 2024).

Statistik produksi PT Timah menggambarkan gambaran suram dari kondisi terkini yang dihadapinya. Dari puncak produksi bijih timah sebesar 24.670 ton pada tahun 2021, produksi merosot menjadi hanya 14.855 ton pada tahun 2023. Demikian pula, produksi logam timah turun drastis dari 26.465 ton metrik pada tahun 2021 menjadi hanya 15.340 ton metrik pada tahun 2023.

Rencana untuk merebut kembali kontrol atas tambang ilegal merupakan strategi berani yang bertujuan tidak hanya untuk mengurangi kerugian tetapi juga untuk meningkatkan produksi.

Dengan mengeliminasi operasi pertambangan yang tidak sah dan menyederhanakan operasinya, PT Timah berharap dapat meningkatkan produksi dan mendapatkan kembali posisinya di pasar.

Langkah ini sejalan dengan tujuan lebih luas untuk merevitalisasi sektor pertambangan Indonesia dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi Badan Usaha Milik Negara.

Melalui intervensi strategis dan inisiatif yang tertarget, pemerintah bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi PT Timah dan pemain kunci lainnya dalam industri ini untuk berkembang.

Saat PT Timah bersiap untuk mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas pertambangan ilegal, para pemangku kepentingan dengan antusias menantikan hasil dari upaya ini.

Sebagai kesimpulan, inisiatif PT Timah untuk merebut kembali kendali atas tambang ilegal menandakan langkah proaktif untuk mengurangi kerugian dan merevitalisasi operasinya. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *