Presiden Jokowi Ikut Berduka: Respons Terhadap Kecelakaan Helikopter yang Merenggut Nyawa Presiden Iran Ebrahim Raisi

Foto: Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Presiden Joko Widodo

Tragedi Kecelakaan Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi: Respons dan Berkabung dari Indonesia dan Iran

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Pada Hari minggu, tanggal 19 Mei 2024, dunia dikejutkan dengan berita tragis tentang kecelakaan helikopter di Provinsi Azerbaijan Timur yang merenggut nyawa Presiden Iran Ebrahim Raisi beserta rombongan yang mendampinginya. Insiden ini tidak hanya memilukan Iran, tetapi juga menarik perhatian internasional, termasuk dari Indonesia, yang telah bersama-sama menyampaikan duka cita dan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan masyarakat Iran. Rabu (22/5/2024)

Helikopter yang membawa Presiden Raisi dan delegasi penting lainnya jatuh dalam perjalanan ke Kota Tabriz. Raisi, seorang tokoh politik yang sangat dihormati di Iran, baru saja meresmikan Bendungan Qiz Qalasi.

Bacaan Lainnya

Namun, dalam perjalanan pulang, nasib tragis menimpa mereka. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa seluruh penumpang di dalam helikopter, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian, Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malek Rahmati, Kepala Tim Pengawal Raisi Mehdi Mousavi, dan Perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mohammad Ali Al-e-Hashem.

Presiden Indonesia, Joko Widodo, yang sebelumnya telah bertemu dengan Presiden Raisi, menyampaikan duka cita yang mendalam melalui media sosial. Melalui akun resminya, Jokowi menyatakan,

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, duka cita mendalam atas wafatnya Presiden Iran, Yang Mulia Sayyed Ebrahim Raisi beserta delegasi pendamping yang menyertai beliau dalam musibah kecelakaan di Iran.”

Kementerian Luar Negeri Indonesia juga menyampaikan belasungkawa atas kepergian Presiden Raisi dan sejumlah tokoh penting lainnya.

“Pemerintah Indonesia mengikuti dengan penuh keprihatinan atas musibah yang menimpa helikopter yang membawa Presiden Iran, Yang Mulia Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Iran, yang Muli Hossein Amir-Abdollahian, dan delegasi yang menyertainya,” demikian pernyataan resmi dari Kemenlu.

Iran mengumumkan masa berkabung selama lima hari untuk menghormati wafatnya Presiden Raisi dan rombongan. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menetapkan periode ini sebagai waktu untuk berduka bagi negara dan masyarakat.

Selama masa ini, aktivitas sekolah dan kampus ditutup sebagai tanda penghormatan. Sementara itu, untuk memastikan kelangsungan pemerintahan selama masa transisi, Khamenei telah menunjuk Wakil Presiden Iran, Mohammad Mokhber, sebagai penjabat presiden sementara hingga pemilihan presiden baru yang dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu 50 hari.

Purkon Hidayat, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Teheran, menyampaikan bahwa meskipun situasi kota setelah kecelakaan itu berjalan kondusif, namun suasana berkabung sangat terasa. Aktivitas harian seperti bisnis dan transportasi masih berjalan normal, tetapi sekolah dan kampus ditutup sebagai bentuk penghormatan.

Presiden Raisi dikenal sebagai seorang pemimpin yang gigih dan berkomitmen untuk kepentingan rakyat Iran. Kehilangannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi rakyatnya dan meninggalkan kekosongan dalam politik Iran. Namun, kesatuan dan solidaritas masyarakat, baik di Iran maupun di negara-negara lain, menjadi tanda penghormatan yang kuat bagi warisannya.

Kecelakaan helikopter yang tragis ini bukan hanya merenggut nyawa seorang pemimpin, tetapi juga menandai kehilangan seorang tokoh yang berjasa bagi bangsanya.

Dengan berita ini, dunia menyampaikan penghormatan terakhir kepada Presiden Ebrahim Raisi dan rekan-rekannya yang menjadi korban dalam kecelakaan tragis tersebut. Semoga mereka diberi kedamaian dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *