Dindikbud Pangkalpinang Wajibkan Penggunaan Tekulok di Sekolah sebagai Bagian dari Edukasi Budaya

Foto: Pj Wako Pangkalpinang mengenakan tekulok

Dindikbud Pangkalpinang Maksimalkan Penggunaan Tekulok di Sekolah: Menggali Kekayaan Budaya Lewat Tradisi

KBO-BABEL.COM (Pangkalpinang) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang telah menegaskan rencana untuk mempertegas penggunaan Tekulok di sekolah sebagai bagian dari instruksi dari Pejabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Lusje Anneke Tabalujan. Instruksi ini bertujuan untuk memaksimalkan pengenalan dan penggunaan Tekulok di kalangan siswa sekolah sebagai upaya untuk meneruskan dan memperkenalkan kekayaan intelektual perempuan zaman dulu. Selasa (21/5/2024)

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Kota Pangkalpinang, Ratna Purnamasari, langkah ini merupakan inisiatif yang sangat baik karena akan memperkenalkan tradisi dan kekayaan budaya yang terkandung dalam penggunaan Tekulok kepada generasi muda.

Bacaan Lainnya

“Mengenalkan Tekulok kepada anak-anak sekolah akan membiasakan mereka dengan kebanggaan akan warisan budaya kita,” ujar Ratna pada Senin (19/5/2024).

Sebelumnya, Dindikbud telah mengirim surat kepada berbagai instansi vertikal, perusahaan swasta, dan sekolah-sekolah untuk memperkenalkan penggunaan Tekulok.

Namun, dalam surat tersebut belum ditekankan secara khusus bahwa penggunaan Tekulok adalah suatu keharusan. Dengan instruksi dari Pj Wali Kota, Dindikbud akan menekankan kembali dan mensosialisasikan bahwa penggunaan Tekulok tidak hanya untuk guru dan kepala sekolah, tetapi juga untuk seluruh murid.

Ratna menjelaskan bahwa rencana ini akan mempertegas kembali bahwa penggunaan Tekulok di sekolah adalah suatu keharusan. Meskipun sebelumnya penggunaan Tekulok telah dicontohkan dalam surat edaran, namun tidak diwajibkan.

“Tetapi sekarang, jika Bu Pj Wali Kota menggunakan Tekulok, itu berarti kita harus menjadikannya sebagai keharusan dan harus dipakai setiap hari Kamis,” tambahnya.

Tekulok, sebagai bagian dari warisan budaya Bangka Belitung, memiliki makna mendalam dan nilai historis yang penting bagi masyarakat. Penggunaan Tekulok bukan hanya sekadar aksesori atau pakaian tradisional, tetapi juga mencerminkan identitas dan kebanggaan akan budaya lokal.

Dengan memaksimalkan penggunaan Tekulok di sekolah, Dindikbud Pangkalpinang berharap dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya lokal dan menghargai warisan nenek moyang.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk menggali dan memperkenalkan kekayaan budaya mereka kepada generasi muda.

Pengenalan Tekulok di sekolah juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai tradisional, seperti rasa hormat, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan demikian, penggunaan Tekulok bukan hanya merupakan upaya untuk memperkenalkan pakaian tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kesadaran budaya generasi muda.

Dindikbud Pangkalpinang siap bekerja sama dengan semua pihak terkait, termasuk sekolah, orang tua, dan komunitas lokal, untuk mendukung implementasi penggunaan Tekulok di lingkungan pendidikan.

Melalui langkah ini, diharapkan Tekulok dapat menjadi simbol kebanggaan dan identitas bagi anak-anak Bangka Belitung, serta memperkuat rasa cinta dan kepedulian terhadap budaya dan tradisi lokal mereka. (Red, KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *