Kronologi Kecelakaan Pesawat Latih di Tangerang Selatan: 3 Korban Tewas Dievakuasi

Foto: Pesawat Latih Jatuh di BSD

Pesawat Latih Jatuh di BSD, 3 Korban Tewas Dievakuasi: Kondisi Tubuh Utuh Saat Dievakuasi

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Sebuah tragedi memilukan terjadi di kawasan BSD Serpong, Tangerang Selatan, ketika pesawat latih dengan nomor registrasi PK-IFP jatuh pada Minggu (19/5/2024) sekitar pukul 14.00 WIB. Pesawat tersebut, yang merupakan milik Indonesia Flying Club, mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Senin (20/5/2024)

Kepolisian menjelaskan bahwa pesawat tersebut awalnya lepas landas dari Bandara Pondok Cabe sekitar pukul 11.36 WIB, kemudian melakukan pendaratan di Bandara Khusus Salakanegara, Pandeglang, Banten, sebelum akhirnya jatuh di sekitar Lapangan Sunburst, BSD, saat kembali ke Bandara Pondok Cabe.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyebutkan bahwa pada saat kejadian, cuaca sedang hujan lebat di kawasan BSD Serpong.

Namun, penyebab pasti dari kecelakaan tersebut masih harus ditentukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melalui proses identifikasi lebih lanjut.

Meskipun terdapat laporan awal mengenai kemungkinan ledakan, Kapolres Tangerang Selatan AKPB Ibnu Bagus Santoso menegaskan bahwa polisi belum bisa membuat kesimpulan definitif mengenai hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa pilot pesawat tersebut dilaporkan terlempar dari pesawat saat kejadian, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

Proses evakuasi korban dilakukan oleh Basarnas Jakarta yang dimulai pada pukul 14.45 WIB. Evakuasi ketiga korban berhasil diselesaikan pada pukul 16.45 WIB. Kepala Basarnas Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa kondisi tubuh ketiga korban masih utuh saat dievakuasi.

Namun, dia juga menyoroti tantangan yang dihadapi tim evakuasi, terutama dalam mengevakuasi dua korban yang terjebak di dalam pesawat. Proses tersebut memerlukan kehati-hatian ekstra untuk memastikan keselamatan dan integritas tubuh korban.

Identitas para korban belum dipublikasikan secara resmi oleh Basarnas, namun ketiga korban diketahui berjenis kelamin pria. Jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut.

Kejadian tragis ini mengingatkan kita akan pentingnya keamanan dalam penerbangan, serta perlunya investigasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sementara itu, keluarga korban dan pihak terkait lainnya sedang dalam proses berduka dan pemulihan atas kehilangan yang mendalam akibat kecelakaan ini. Semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa-masa sulit ini. (KBO_Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *