Mengungkap Keterlibatan Pejabat ESDM: JAM-Pidsus Kembali Memeriksa 4 Orang Saksi Terkait Kasus Komoditas Timah

Foto : Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Dr. Ketut Sumedana

Kejaksaan Agung Memeriksa 4 Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi dalam Pengelolaan Komoditas Timah di PT Timah Tbk

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Pada Jumat, 17 Mei 2024, Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) melakukan pemeriksaan terhadap 4 (empat) orang saksi terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk dari tahun 2015 hingga 2022. Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka mengungkap kebenaran atas perkara yang melibatkan tersangka TN alias AN. Sabtu (18/5/2024)

Keempat saksi yang diperiksa tersebut memiliki peran kunci dalam pengelolaan dan pengawasan tambang di wilayah Bangka Belitung, dimana PT Timah Tbk beroperasi. Mereka adalah:

Bacaan Lainnya
  1. Y, yang menjabat sebagai Cabang Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk Wilayah Bangka Tengah dan Bangka Selatan.
  2. R, seorang Inspektur Tambang di Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  3. HK, juga seorang Inspektur Tambang di Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  4. S, yang juga bertugas sebagai Inspektur Tambang di Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pemeriksaan terhadap keempat saksi ini dilakukan guna memperkuat alat bukti yang ada serta melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang tengah diselidiki.

Dalam konteks ini, fokus utama pemeriksaan adalah untuk menggali informasi mengenai peran serta keempat saksi dalam pengawasan dan pengelolaan tambang timah yang merupakan bagian dari tugas mereka di Dinas ESDM.

Perkara ini berkaitan erat dengan tata niaga komoditas timah yang dikendalikan oleh PT Timah Tbk selama periode 2015 hingga 2022. Dugaan tindak pidana korupsi yang diselidiki mencakup berbagai aspek dari pengelolaan tambang hingga distribusi komoditas, dengan fokus pada penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak terkait, termasuk tersangka TN alias AN.

Pengelolaan sumber daya alam, terutama dalam konteks pertambangan, memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat lokal.

Oleh karena itu, keberadaan indikasi korupsi dalam pengelolaan tambang timah ini menjadi perhatian serius bagi penegak hukum, yang berusaha untuk memastikan bahwa sumber daya alam negara dimanfaatkan secara adil dan transparan demi kesejahteraan bersama.

Pemeriksaan terhadap para saksi merupakan bagian dari upaya Kejaksaan Agung untuk memastikan keberlanjutan proses hukum yang adil dan berintegritas.

Dengan memperoleh keterangan yang akurat dan komprehensif dari para saksi ini, diharapkan penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan komoditas timah dapat dilakukan secara efektif dan tepat.

Kejaksaan Agung menegaskan komitmen mereka untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum yang merugikan kepentingan negara dan masyarakat, serta untuk memastikan bahwa penegakan hukum dilakukan secara adil dan berdasarkan bukti yang kuat.

Pemeriksaan terhadap para saksi ini merupakan langkah konkret dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Indonesia. (Sumber: Kapuspenkum Kejagung Jaksel, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *