Hotman Paris Minta Kasus Pembunuhan Vina Diselidiki Ulang: Kejanggalan BAP Picu Kontroversi

Foto: Hotman Paris Minta Kasus Pembunuhan Vina Diselidiki Ulang

Bareskrim Turun Tangan, Namun Kejanggalan Kesaksian Tersangka Membuat Kasus Pembunuhan Vina Semakin Rumit

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Kasus pembunuhan yang menimpa Vina dan kekasihnya, Muhammad Risky Rudiana alias Eki, di Cirebon, Jawa Barat pada tahun 2016 masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Delapan tahun telah berlalu, namun tiga dari sebelas pelaku masih belum berhasil ditangkap oleh pihak berwajib. Kini, kasus tersebut kembali menjadi sorotan publik setelah dirilisnya film “Vina: Sebelum 7 Hari” yang mencoba merekonstruksi kejadian tragis tersebut. Jumat (17/5/2024)

Polda Jawa Barat telah merilis ciri-ciri tiga DPO tersangka kasus pembunuhan Vina dan meminta bantuan masyarakat untuk melaporkan keberadaan mereka. DPO pertama adalah Pegi alias Perong, berusia 30 tahun, tinggi 160 cm, berambut keriting, dan berkulit hitam.

Bacaan Lainnya

DPO kedua adalah Andi, berusia 31 tahun, tinggi 165 cm, berambut lurus, dan berkulit hitam. Sedangkan DPO terakhir adalah Dani, berusia 28 tahun, tinggi 170 cm, berambut keriting, dan berkulit sawo matang.

Polisi tengah mendalami keaslian identitas ketiga pelaku pembunuhan Vina. Meskipun demikian, sampai saat ini penyidik Polda Jawa Barat masih berupaya mencari identitas yang valid dari ketiga tersangka.

Jules, Kabid Humas Polda Jabar, menjelaskan bahwa polisi telah menelusuri jejak kasus ini hingga ke orang tua, kerabat, dan sekolah ketiga buronan tersebut. Polisi juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah menyembunyikan identitas ketiga pelaku.

Kepala Desa Banjarwangunan, Sulaeman, mengaku terkejut mengetahui bahwa ketiga pelaku berdomisili di wilayahnya. Sebagai respons, Sulaeman telah menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri ketiga DPO tersebut kepada masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk membantu polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di lingkungan mereka.

Kepolisian meminta kerja sama dari masyarakat untuk melaporkan keberadaan ketiga pelaku dan memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan. Dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan kasus ini dapat segera terpecahkan dan membawa keadilan bagi korban dan keluarganya.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus mengusut kasus pembunuhan Vina hingga tuntas. Meskipun telah berlalu delapan tahun sejak kejadian tragis tersebut, polisi tidak akan mengendurkan upaya mereka dalam menangkap semua pelaku dan membawa mereka ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, menyatakan keterlibatan tim asistensi dari Bareskrim Polri untuk membantu Polda Jawa Barat dalam upaya pengejaran ketiga pelaku tersebut.

Sementara itu, Polda Metro Jaya juga menyatakan kesiapannya untuk membantu dalam mencari dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap Vina dan pacarnya, Eki. Kabar bahwa salah satu pelaku, Pegi alias Perong, berada di Jakarta menambah urgensi dari pengejaran ini.

Namun, dalam perkembangan terbaru, pengacara kenamaan Hotman Paris menyoroti kejanggalan dalam kesaksian delapan pelaku pembunuhan yang telah dijatuhi vonis oleh Pengadilan.

Hotman Paris menyampaikan bahwa dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), delapan pelaku tersebut awalnya menyatakan masih ada tiga pelaku lainnya. Namun, ketika kasus ini dilimpahkan ke kejaksaan, kesaksian mereka tiba-tiba berubah.

Delapan pelaku yang telah divonis, antara lain Rivaldi Aditya Wardana, Eko Ramadhani, Hadi Saputra, Jaya, Eka Sandi, Sudirman, Supriyanto, serta Saka Tatal yang masih di bawah umur, dituduh telah mengubah keterangannya dalam BAP.

Hotman Paris menduga adanya pengaruh dari pihak yang berada di belakang tiga pelaku buron, yaitu Andi, Dani, dan Pegi alias Perong, untuk menghilangkan keterlibatan mereka dalam kasus ini.

“Dari penafsiran kita sebagai ahli hukum, karena pada saat di BAP kan terpisah, hampir semuanya mengatakan ada 3 orang lagi, tapi pada saat dilimpahkan ke kejaksaan mereka merubah BAP,” ujar Hotman Paris.

Hotman Paris mendesak Kapolda Jawa Barat dan Kapolri untuk menyelidiki ulang kasus pembunuhan ini. Ia menegaskan perlunya pembukaan ulang penyidikan khusus terhadap tiga tersangka yang masih buron. Selain itu, Hotman Paris juga meminta agar dokumen BAP dari delapan terpidana yang menyatakan ketiga DPO terlibat dalam kasus pembunuhan Vina diamankan.

“Ini pasti ada pengaruh besar dari oknum aparat di daerah Jawa Barat. Karena delapan orang pelaku menyatakan ada tiga lagi pelaku tapi kok bisa mereka merubah BAP,” tegasnya.

Kejanggalan dalam kasus ini menimbulkan pertanyaan serius terkait proses penyidikan dan keobjektifan dari pihak berwenang. Hotman Paris bersama dengan pihak keluarga Vina menuntut agar keadilan benar-benar dijalankan dan para pelaku yang sebenarnya tidak luput dari hukuman yang pantas.

Sementara itu, pengejaran terhadap tiga pelaku yang masih buron terus dilakukan oleh aparat kepolisian dengan bantuan dari berbagai pihak, demi membawa mereka untuk diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *