Direktur PT Kedaung Propertindo Berikan Kesaksian Kunci dalam Penyelidikan Korupsi Timah

Ketut Sumedana, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, menegaskan bahwa kabar tentang keterlibatan artis perempuan dengan inisial A hanya berupa isu semata.
Foto: Ketut Sumedana Kepala Penerangan Hukum Kejagung RI

Direktur PT Kedaung Propertindo Hadapi Pemeriksaan Intensif Kejaksaan Agung atas Kasus Timah

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) melanjutkan penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015 hingga 2022. Pada Rabu, 16 Mei 2024, satu orang saksi kunci berinisial HH diperiksa untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara. Jumat (17/5/2024).

HH, yang menjabat sebagai Perwakilan Direktur PT Kedaung Propertindo, dihadirkan oleh penyidik sebagai bagian dari upaya menguak lebih dalam dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk Tersangka TN alias AN dan beberapa tersangka lainnya.

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan yang relevan terkait peran dan keterlibatan saksi dalam skema pengelolaan dan tata niaga timah yang diduga merugikan negara.

Kasus ini mencuat sebagai salah satu skandal besar di sektor pertambangan, dengan dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dan penggelapan hasil tambang yang dilakukan oleh oknum-oknum di PT Timah Tbk.

Investigasi mendalam terus dilakukan oleh Kejaksaan Agung untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat bertanggung jawab atas perbuatan mereka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Dr. Ketut Sumedana, menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap saksi HH merupakan langkah penting dalam mengungkap modus operandi serta jaringan yang terlibat dalam praktik korupsi ini.

“Pemeriksaan saksi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat dan memperkuat pemberkasan sehingga kasus ini dapat segera dibawa ke pengadilan,” ujar Ketut.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus ini. Penetapan tersangka dilakukan setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup atas dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara dalam jumlah besar.

Tersangka TN alias AN diduga memiliki peran kunci dalam pengaturan tata niaga timah yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kejaksaan Agung juga menyoroti pentingnya integritas dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya dalam industri pertambangan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian negara.

Kasus korupsi tata niaga komoditas timah ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi perusahaan tambang lainnya untuk menjalankan tata kelola yang baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu, Dr. Ketut Sumedana menekankan bahwa Kejaksaan Agung tidak akan berhenti pada pemeriksaan saksi HH saja.

“Kami akan terus memanggil dan memeriksa saksi-saksi lain yang kami anggap memiliki informasi penting terkait kasus ini. Tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang akan ditetapkan sebagai tersangka jika ditemukan bukti yang cukup,” tegasnya.

Proses penyidikan ini menjadi bukti komitmen Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi di segala lini, termasuk di sektor pertambangan yang rawan akan praktik korupsi.

Upaya ini juga diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.

Dalam waktu dekat, hasil dari pemeriksaan saksi HH dan bukti-bukti lainnya akan dievaluasi oleh tim penyidik untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam penyidikan kasus ini.

Kejaksaan Agung berharap proses hukum ini dapat berjalan dengan lancar dan transparan, serta memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi.

Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian Kejaksaan Agung, tetapi juga publik yang menginginkan kejelasan dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

Kejaksaan Agung berkomitmen untuk terus bekerja keras dalam mengusut tuntas kasus ini dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.

Dengan pemeriksaan saksi HH ini, diharapkan proses hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga timah dapat segera memasuki tahap selanjutnya, menuju pengadilan dan penyelesaian yang adil bagi semua pihak yang terlibat. (Sumber: Kapuspenkum Kejagung Jaksel, Publisher: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *