Penyidik Ungkap Tiga Tersangka Kasus 8 Ton Pasir Timah Ilegal, LSM Curigai Oknum DPRD Babel

Foto: Tim Subdit IV Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung berhasil mengamankan satu unit truk yang membawa 8 ton pasir timah ilegal

Pengungkapan Sosok Aktor Intelektual Pemilik 8 Ton Pasir Timah Hasil Penangkapan Polda Babel

KBO-BABEL.COM (Pangkalpinang) – Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendalami kasus penyitaan ratusan karung berisi pasir timah yang diduga ilegal. Pasir timah tersebut diduga berasal dari aktivitas tambang ilegal di Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan. Kamis (16/5/2024)

Hingga saat ini, Polda Babel telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus ini. Namun, proses hukum masih terus berlanjut. Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Jojo Sutarjo mengatakan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman dan proses penyidikan lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

“Proses hukum tetap lanjut, nanti jika ada perkembangan atau pemanggilan para saksi lainnya akan kami update kembali,” ujar Kombes Pol Jojo Sutarjo pada Selasa, 14 Mei 2024.

Pantauan di Mapolda Babel menunjukkan bahwa satu unit truk dengan plat polisi BN 8211 VB, yang mengangkut delapan ton pasir timah ilegal, masih terparkir di halaman Ditresnarkoba Polda Babel.

Truk tersebut diamankan oleh Subdit IV Direktorat Kriminal Khusus Polda Bangka Belitung saat berada di Jalan Raya Pasir Garam, Desa Pasir Garam, Kecamatan Bangka Tengah, pada Sabtu, 11 Mei 2024 sekitar pukul 05.15 WIB.

Sehari sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Bangka Belitung (AMAK Babel) mencurigai bahwa pasir timah yang disita oleh Polda Babel tersebut diduga milik salah satu oknum anggota DPRD Babel terpilih periode 2024-2029 berinisial Yo dari Dapil Bangka Selatan. Kecurigaan ini didasarkan pada pengakuan Yo yang dikutip dari salah satu media online di Babel.

Ketua LSM AMAK Babel, Hadi Susilo, melalui rilis yang disampaikan kepada media, menyatakan bahwa kecurigaan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Hadi, Yo sendiri mengaku bahwa timah tersebut milik banyak orang atau tim yang akan dikirim ke smelter MSP.

Selain itu, Yo juga menyatakan bahwa truk pengangkut adalah miliknya. Pernyataan ini juga diperkuat oleh pengakuan Kepala Desa Permis, Yospongo, yang menyatakan bahwa truk tersebut milik Yo.

“Jika mencermati pernyataan Yo bahwa timah tersebut milik banyak orang dan truk pengangkut milik Yo, ditambah pengakuan Kepala Desa Permis, sulit dipercaya jika Yo tidak terlibat dan tidak menjadi tersangka dalam penangkapan delapan ton timah ilegal ini oleh Ditkrimsus Polda Babel,” ungkap Hadi Susilo pada Senin, 13 Mei 2024.

Hadi Susilo menambahkan bahwa hasil pengembangan kasus oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Babel adalah kewenangan mutlak penyidik, dan siapapun harus menghormati hasil akhir dari penyidik.

Sebagai Ketua LSM AMAK Babel, Hadi mengucapkan selamat dan sukses kepada Ditreskrimsus Polda Babel atas prestasinya menangkap dan menahan tiga pelaku illegal mining dari Desa Permis.

Menurut pemberitaan di beberapa media online, cetak, dan media sosial, Direktorat Kriminal Khusus Polda Babel berhasil menangkap dan menahan tiga pelaku illegal mining yang berasal dari Desa Permis, Bangka Selatan. Penangkapan ini menegaskan komitmen Polda Babel dalam memberantas tambang timah ilegal yang merugikan negara dan lingkungan.

Masyarakat Babel berharap agar proses hukum berjalan dengan transparan dan adil, serta semua pihak yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal ini dapat diungkap dan dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan menjaga kelestarian lingkungan dari kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *