Kejaksaan Agung Memeriksa 7 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Tata Niaga Timah di PT Timah Tbk

Kejaksaan Agung kembali mengambil langkah tegas dalam menyelidiki kasus dugaan korupsi yang melibatkan pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Kejaksaan Agung dalam memberantas praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Sabtu (1/5/2024). Pada Jumat, 31 Mei 2024, Tim Jaksa Penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi yang memiliki keterkaitan langsung dengan kasus tersebut. Dalam siaran pers resmi, Dr. Ketut Sumedana, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, mengungkapkan, "Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud."ungkapnya
Foto: Ketut Sumedana, Kapuspenkum Kejagung

Penyelidikan Kasus Korupsi Timah: Kejaksaan Agung Periksa Tim Evaluasi RKAB dan Perwakilan Swasta

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah memeriksa tujuh orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk pada periode 2015 hingga 2022. Selasa (14/5/2024)

Para saksi yang diperiksa meliputi individu-individu dengan inisial RM, DA, GYG, AP, LYN, SYT, dan TNC, yang semuanya memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertambangan dan pengelolaan sumber daya mineral, khususnya di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berikut adalah peran dan posisi para saksi yang telah diperiksa:

Bacaan Lainnya
  1. RM – Anggota Tim Evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2019 pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  2. DA – Anggota Tim Evaluasi RKAB tahun 2019 pada Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  3. GYG – Anggota Tim Evaluasi RKAB tahun 2019 pada Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  4. AP – Anggota Tim Evaluasi RKAB tahun 2019 pada Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  5. LYN – Perwakilan dari PT Smart Deal.
  6. SYT – Seorang individu dari sektor swasta.
  7. TNC – Koordinator Inspektur Tambang.

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan perkara yang melibatkan dugaan korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk.

Tersangka dalam kasus ini, yang diidentifikasi dengan inisial TN alias AN dan beberapa individu lainnya, diduga terlibat dalam praktik korupsi yang merugikan negara.

Proses pemeriksaan saksi ini bertujuan untuk memperkuat bukti-bukti yang sudah ada serta melengkapi berkas perkara yang sedang disusun oleh tim penyidik.

Penyelidikan ini merupakan langkah penting dalam mengungkap skema korupsi yang diduga telah terjadi selama bertahun-tahun, mengingat pentingnya komoditas timah bagi perekonomian nasional, terutama di wilayah Bangka Belitung yang dikenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar di Indonesia.

Dugaan korupsi dalam tata niaga timah ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perizinan, pengelolaan, hingga penjualan komoditas timah. Pemerintah melalui Kejaksaan Agung berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini guna menegakkan hukum dan memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

PT Timah Tbk, perusahaan yang menjadi fokus penyelidikan, merupakan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan timah.

Perusahaan ini memiliki peran strategis dalam industri timah nasional dan internasional. Oleh karena itu, pengungkapan kasus dugaan korupsi ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mendorong tata kelola yang lebih baik di sektor pertambangan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penyelesaian kasus ini.

Kejaksaan Agung juga mengajak masyarakat untuk tetap memantau perkembangan kasus ini dan mendukung upaya pemberantasan korupsi yang tengah gencar dilakukan.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan dapat tercipta iklim investasi yang sehat dan kondusif, serta menjamin bahwa sumber daya alam Indonesia dapat dikelola dengan baik demi kesejahteraan rakyat. (Sumber: Kapuspenkum Kejagung Jaksel, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *