Kecelakaan Maut di Kawasan TNBTS: Fortuner Rombongan Pengantar Pengantin Terjun ke Jurang, 4 Orang Tewas

Foto: Fortuner Rombongan Pengantar Pengantin Terjun ke Jurang di Kawasan Bromo

Fortuner Rombongan Pengantar Pengantin Terjun ke Jurang di Kawasan Bromo,  4 OrangTewas

KBO-BABEL.COM (Malang) – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Ngadas, Poncokusumo, Malang, ketika sebuah Toyota Fortuner terjun ke jurang. Kecelakaan ini menewaskan empat orang dari sembilan penumpang yang berada di dalam kendaraan tersebut. Mobil tersebut tengah membawa rombongan pengantar pengantin. Selasa (14/5/2024)

Menurut Kasat Lantas Polres Malang, AKP Adis Dani Garta, insiden ini terjadi pada Senin (13/5) sekitar pukul 18.00 WIB.

Bacaan Lainnya

“Info awalnya betul, untuk kendaraannya minibus terindikasi Fortuner, jumlah penumpang itu ada 9. Sementara info yang kami dapat meninggal dunia 4, ini semua sudah dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya, Selasa (14/5/2024).

Para korban kecelakaan ini segera dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Sentosa, Tumpang, Malang. Salah satu kerabat korban, Nur Kholifin, mengungkapkan bahwa mobil tersebut berangkat dari Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, menuju Lumajang untuk mengantar pengantin bersama rombongan lainnya pada Minggu (12/5/2024). Setelah menghadiri acara pengantin, mereka bermalam di Lumajang dan berencana untuk kembali ke Malang keesokan harinya.

“Mereka menginap di Lumajang semalam. Terus hari ini pulang (Senin 13 Mei 2024) mungkin mau ke tempat rekreasi atau apa lewat situ,” ujar Nur Kholifin.

“Kalau berangkatnya ke Lumajang itu mereka rombongan. Mereka sendiri nginapnya satu malam karena (rombongan) lainnya sudah pulang,” tambahnya.

Mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi B 1683 TJG tersebut diketahui berisi 3 anak-anak dan 6 orang dewasa. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, namun medan yang terjal dan berliku di kawasan Bromo Tengger Semeru sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara.

AKP Adis Dani Garta juga menambahkan bahwa proses evakuasi korban dan mobil mengalami kesulitan karena kondisi medan yang sulit.

“Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena medan yang curam dan sulit dijangkau,” ujarnya.

Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati saat melintasi kawasan pegunungan terutama di daerah yang rawan kecelakaan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama ketika membawa penumpang dalam jumlah banyak dan melintasi daerah berbahaya.

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan ini. Sementara itu, keluarga korban dilingkupi duka yang mendalam dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *