Rekening Diblokir Kejagung, Dua Perusahaan Sawit di Bangka Tengah Stop Beli Tandan Buah Segar (TBS)

Foto: Ilustrasi Tanda Buah Segar (TBS) Sawit

Rekening Diblokir, Dua Perusahaan di Bangka Tengah Terhenti Operasional

KBO-BABEL.COM (Bangka Tengah) – Dua perusahaan kelapa sawit di Bangka Tengah, CV. Mutiara Alam Lestari (MAL) dan PT. Mutiara Hijau Lestari (MHL), saat ini terhenti dalam operasional pembelian dan pengolahan Tandan Buah Segar (TBS). Hal ini dipicu oleh pemblokiran rekening kedua perusahaan tersebut oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) terkait dengan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Tata Niaga Timah. Senin (6/5/2024)

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh J.A Ferdian & Partnership Attorneys, selaku kuasa hukum CV MAL dan PT MHL, pada Jumat (3/5/2024), dijelaskan bahwa pemblokiran rekening oleh Kejagung RI telah mengganggu operasional dan aliran kas perusahaan, mengakibatkan kedua perusahaan tidak dapat melakukan pembelian TBS untuk sementara waktu.

Bacaan Lainnya

“Kami memahami bahwa hal ini akan berdampak dan merugikan masyarakat luas. Sebagai perwakilan dari CV. Mutiara Alam Lestari (MAL) dan CV Mutiara Hijau Lestari (MHL), kami memohon maaf dan meminta doa agar perusahaan kami dapat segera beroperasi kembali seperti biasa,” ungkap pernyataan tersebut.

Mutiara Alam Lestari (MAL) dan CV Mutiara Hijau Lestari (MHL) telah lama menjadi bagian integral dari perekonomian lokal, membantu dalam pembelian dan pengolahan TBS serta memberikan kontribusi signifikan bagi para petani sawit, pengepul, dan mitra terkait.

Salah satu petani sawit, Jupri, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini.

“Harga bisa semakin melemah, apalagi jika dua perusahaan tidak menerima hasil panen kita. Semoga masalah ini segera terselesaikan agar ekonomi masyarakat tidak semakin terpuruk,” tambahnya.

Menurut informasi yang diperoleh, pemblokiran rekening oleh Kejagung RI terkait dengan kasus Tipikor Tata Niaga Timah yang sedang ditangani. Meskipun demikian, Mutiara Alam Lestari (MAL) dan CV Mutiara Hijau Lestari (MHL) menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam kasus tersebut dan merupakan perusahaan yang bergerak secara legal dan berintegritas dalam industri kelapa sawit.

Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja dan stakeholder terkait, yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi lokal serta kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor kelapa sawit.

Sementara itu, upaya untuk menyelesaikan masalah ini sedang dilakukan oleh pihak terkait, dengan harapan bahwa pemblokiran rekening dapat segera dicabut sehingga operasional perusahaan dapat kembali normal dan aliran pasokan TBS tidak terganggu.

Di tengah ketidakpastian ini, para pelaku industri dan masyarakat setempat berharap agar kasus ini segera diselesaikan dengan adil dan transparan, sehingga kegiatan ekonomi di sektor kelapa sawit dapat pulih dan berjalan kembali untuk kepentingan bersama. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *