Pj Wako Pangkalpinang Hadiri Perhelatan Bukek Puaso Enem Kek Tradisi Bepanton

Foto: Pj Wako Pangkalpinang Hadiri Perhelatan Bukek Puaso Enem Kek Tradisi Bepanton

Melestarikan Warisan Budaya: Bukek Puaso Enem dan Tradisi Bepanton di Bangka Belitung

KBO-BABEL.COM (Pangkalpinang) – Pj Wali Kota Pangkalpinang, Lusje Anneke Tabalujan menghadiri perhelatan Bukek Puaso Enem Kek Tradisi Bepanton yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang di Hotel Cordella, Kamis (2/5/2024). Jumat (3/5/2024)

Bukek Puaso Enem, sebuah tradisi yang telah mengakar dalam masyarakat Bangka Belitung, menjadi sorotan utama dalam acara tersebut. Biasanya dilaksanakan pada bulan Syawal atau beberapa hari setelah perayaan Idulfitri, tradisi ini melibatkan puasa selama enam hari yang ditutup dengan buka puasa bersama di masjid.

Bacaan Lainnya

Lusje Anneke Tabalujan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang menghidupkan nilai-nilai budaya Bumi Serumpun Sebalai ini. Baginya, kegiatan semacam ini perlu terus dijaga dan diperkenalkan ke generasi muda agar tradisi dan budaya lokal tetap lestari.

Dengan menyatukan adat, budaya, dan agama, Bukek Puaso Enem menjadi sebuah contoh nyata bagaimana warisan leluhur dapat dijaga dan dilestarikan.

Foto: Pj Wako Pangkalpinang Hadiri Perhelatan Bukek Puaso Enem Kek Tradisi Bepanton

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat merambah ke tingkat kecamatan, bahkan hingga ke kelurahan dan sekolah-sekolah agar tradisi ini tetap terjaga dan dilestarikan.

Menyadari pentingnya mengenalkan tradisi ini kepada anak-anak, Lusje mengungkapkan keinginannya untuk melihat generasi mendatang mampu mewarisi dan mempertahankan kekayaan budaya Bangka Belitung ini.

“Mudah-mudahan setelah diadakan acara di sini, yang lain juga mengikuti. Berlanjut terus jadinya dan kita kenalkan tradisi ini ke anak cucu kita nanti,” ujarnya dengan penuh harapan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menjelaskan bahwa acara Bukek Puaso Enem merupakan upaya kedua yang diselenggarakan oleh Dindikbud.

Tradisi buka puasa enam hari ini, menurutnya, telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Bangka Belitung, namun perlahan tergerus oleh arus perkembangan zaman. Oleh karena itu, Dindikbud berkomitmen untuk memulihkan dan melestarikan tradisi tersebut.

“Tahun ini, kami memutuskan untuk menggandeng tradisi Bepanton dalam acara Bukek Puaso Enem. Bepanton, yang menjadi fokus dalam episode 17 Merdeka Belajar, merupakan salah satu cara untuk merawat dan mengembangkan bahasa daerah. Kami berharap dengan menggabungkan kedua tradisi ini, anak-anak dapat lebih memahami dan mencintai bahasa daerah kita,” jelas Erwandy.

Perhelatan Bukek Puaso Enem Kek Tradisi Bepanton tidak hanya sekadar menjadi sebuah acara, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari komitmen untuk melestarikan dan memperkaya warisan budaya Bangka Belitung.

Dengan terus menggalakkan kegiatan semacam ini, diharapkan tradisi dan budaya lokal tetap menjadi kebanggaan dan identitas masyarakat Bangka Belitung untuk generasi yang akan datang. (Redaksi, KBO-babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *