Kontroversi di Sriwijaya Air: Pendiri Terjerat Kasus Korupsi Timah, Perusahaan Klaim Bisnis Tak Terganggu

Foto: Sriwijaya Air

Kontroversi Sriwijaya Air: Pendiri Tersangka Kasus Korupsi Timah, Bisnis Tak Terganggu

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Sriwijaya Air Group, salah satu maskapai penerbangan terkemuka di Indonesia, menghadapi sorotan tajam setelah salah satu pendirinya, Hendry Lie, terjerat dalam kasus korupsi yang mengguncang dunia bisnis pertambangan. Kasus ini melibatkan izin usaha pertambangan timah di Bangka Belitung, yang dituduh melibatkan sejumlah pihak dalam praktik korupsi yang merugikan negara. Kamis (2/5/2024)

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Corporate Communication Sriwijaya Air Group pada Kamis (2/5/2024), perusahaan menegaskan bahwa operasional bisnisnya tidak terganggu oleh kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

“Pada prinsipnya kami menghargai proses hukum yang sedang berjalan, namun demikian kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan PT. Sriwijaya Air selaku entitas bisnis yang berbeda,” kata Corporate Communication Sriwijaya Air Group.

Meskipun salah satu pendirinya terlibat dalam kasus tersebut, Sriwijaya Air Group memastikan bahwa perusahaannya tetap beroperasi secara normal dan tidak terdampak oleh situasi hukum yang sedang berkembang.

Mereka menekankan bahwa pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas utama, sambil menjaga tingkat profesionalisme dalam operasional penerbangan.

“Hal ini juga tidak berpotensi pada gangguan layanan operasional pada penerbangan dan memastikan terimplementasi sesuai standar yang ada,” demikian pernyataan Corporate Communication Sriwijaya Air Group.

Kasus ini bermula ketika Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan Hendry Lie sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait izin usaha pertambangan timah di PT Timah Tbk, yang berlangsung dari tahun 2015 hingga 2022.

Penyidik mendapati bukti yang cukup untuk memanggil Lie, yang juga merupakan beneficial owner dari PT Timah Tbk. Meskipun demikian, Lie belum ditahan karena tidak memenuhi panggilan, sehingga penyidik berencana untuk melakukan pemanggilan kembali.

“Yang pasti dipanggil untuk menjalankan pemeriksaan,” kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana saat dihubungi.

Saat ini, kasus korupsi terkait izin usaha pertambangan timah telah menyeret 21 orang sebagai tersangka, termasuk Hendry Lie. Ini menunjukkan kompleksitas dan skala permasalahan yang sedang dihadapi oleh aparat penegak hukum dalam mengungkap praktik korupsi yang merugikan negara.

Kehadiran Sriwijaya Air Group dalam konteks ini menambah dimensi baru pada kasus korupsi ini. Meskipun demikian, perusahaan berusaha memisahkan diri dari keterlibatan Hendry Lie, dengan menegaskan bahwa kasus hukum yang menimpanya tidak mencerminkan kondisi atau praktik bisnis yang ada di Sriwijaya Air Group.

Di tengah sorotan publik yang intens terhadap kasus korupsi ini, Sriwijaya Air Group diharapkan dapat mempertahankan standar operasionalnya yang tinggi dan kredibilitasnya di mata masyarakat serta pelanggannya.

Mereka juga mungkin akan menghadapi tantangan dalam mempertahankan reputasi bisnis mereka, terutama jika kasus korupsi ini terus berkembang dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi industri penerbangan nasional. (KBO-Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *