Istri Bintang Emon Positif ‘Narkoba’ Setelah Minum Obat Flu, Pakar Beri Penjelasan

Foto: Alca Octaviani dan Bintang Emon

Istri Komika Bintang Emon Positif ‘Narkoba’ Akibat Obat Flu, Apa yang Terjadi?

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Komika terkenal Bintang Emon baru-baru ini mengalami kejadian yang mengagetkan saat istrinya, Alca Octaviani, dinyatakan positif narkoba. Namun, kejadian ini ternyata bukanlah karena penggunaan narkoba, melainkan efek dari penggunaan obat flu. Sabtu (27/4/2024)

Kejadian ini terungkap saat Alca sedang menjalani pemeriksaan medis di sebuah laboratorium. Percakapan mereka berdua kemudian dibagikan oleh Bintang Emon melalui akun Instagramnya pada Kamis (25/4/2024). Alca yang juga terkejut dengan hasil pemeriksaan tersebut ikut menertawakannya.

Bacaan Lainnya

“Hasilnya positif wkwkwk. Gara-gara minum obat flu wey,” bunyi pesan Alca kepada Bintang Emon, lengkap dengan emoji tertawa.

“Ngakak banget sumpah. Kek (kayak) tersangka di lab,” lanjut Alca.

Terkait fenomena ini, pakar farmasi sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Apt Zullies Ikawati, memberikan penjelasan. Menurutnya, obat-obat flu tertentu mengandung senyawa yang bisa memberikan hasil positif palsu pada tes narkoba.

“Obat-obat flu ini mengandung obat pelega hidung tersumbat yaitu fenilpropanolamin, pseudoefedrin, obat anti-alergi klorfeniramin maleat dan triprolidine,” kata Prof. Zullies. Senyawa-senyawa ini, secara struktur kimia, mirip dengan senyawa-senyawa yang terdapat dalam narkoba seperti metamfetamin, shabu, atau ecstasy.

Penjelasan ini menjelaskan mengapa alat tes yang kurang sensitif seperti RAPID Test bisa mendeteksi hasil positif pada pengguna obat flu. Namun, Prof. Zullies menekankan bahwa tidak perlu khawatir, karena obat-obat tersebut tidaklah bersifat adiktif atau berbahaya.

“Obat-obat tersebut tidaklah obat adiktif dan berbahaya, dan memang bisa diperoleh tanpa resep. Obat tersebut BUKAN tergolong narkoba, sehingga juga tidak menyebabkan adiksi atau ketergantungan,” tegas Prof. Zullies.

Lebih lanjut, Prof. Zullies menjelaskan bahwa obat-obat tersebut biasanya hanya digunakan dalam waktu singkat untuk meredakan gejala flu, seperti hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan lain-lain. (Sumber: Detik Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *