Terungkap! Biaya Operasional Fantastis Jet Pribadi Harvey Moeis di Singapura

Foto: Sandra Dewi dan Harvey Moeis

Keberadaan Jet Pribadi Harvey Moeis di Singapura, dan Biaya Operasional yang Fantastis

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Publik Indonesia dikejutkan dengan pengungkapan tentang keberadaan jet pribadi milik Harvey Moeis, suami dari aktris ternama Sandra Dewi. Dilaporkan oleh Sekretaris DPP Indonesia Audit Watch, Iskandar Sitorus, jet pribadi yang diduga dibeli oleh Harvey untuk anak pertamanya, Raphael Moeis, telah digunakan hampir 300 kali di Bandara Seletar, Singapura, sejak tahun 2019. Rabu (17/4/2024)

Bandara Seletar, yang terletak antara 16 hingga 20 kilometer dari Bandara Internasional Changi, Singapura, adalah sebuah fasilitas penerbangan yang beroperasi sebagai pusat kegiatan pesawat pribadi dan bisnis.

Bacaan Lainnya

Penyelidikan menyeluruh oleh Indonesia Audit Watch menemukan bahwa bandara tersebut menjadi tempat transaksi yang tidak terlacak yang melibatkan jet pribadi milik Harvey Moeis.

Menurut Iskandar Sitorus, Bandara Seletar bukanlah sembarang fasilitas penerbangan. Ia menggambarkan bandara itu sebagai “kota di dalam kota”, yang menyediakan layanan eksklusif bagi pesawat pribadi dan bisnis. Dengan demikian, keberadaan jet pribadi Harvey di Bandara Seletar menimbulkan pertanyaan tentang kegiatan apa yang dilakukannya di sana.

Untuk memahami lebih lanjut tentang biaya operasional jet pribadi di Bandara Seletar, perlu diperinci rincian biaya-biaya yang terlibat. Salah satunya adalah biaya layanan pendaratan, yang dihitung berdasarkan berat maksimum kendaraan dengan tarif SGD 11,6 per ton metrik.

Dengan berat maksimum 38.000 lbs atau 17,24 ton metrik, jet pribadi Harvey dikenai biaya pendaratan sekitar SGD 215 atau sekitar Rp2,54 juta untuk setiap pendaratan.

Selain itu, terdapat juga biaya parkir harian yang harus dibayarkan sesuai dengan luas pesawat. Berdasarkan informasi dari Rocket Route, luas jet pribadi Harvey masih di bawah 1.000 meter persegi, sehingga dikenai biaya parkir sekitar SGD 49 atau sekitar Rp580 ribu.

Namun, biaya-biaya tersebut hanya sebagian kecil dari potensi pengeluaran Harvey Moeis untuk operasional jet pribadinya di Bandara Seletar. Ada juga biaya-biaya lain seperti biaya penumpang yang hendak lepas landas atau mendarat di sana, biaya Airport Emergency Services (AES), biaya Airport Pass, serta biaya parkir kendaraan penumpang di kawasan bandara.

Jejak korupsi yang terungkap melalui keberadaan jet pribadi Harvey Moeis di Singapura menjadi sorotan publik, terutama dalam konteks kasus dugaan korupsi timah yang diduga menyebabkan negara mengalami kerugian hingga Rp271 triliun. Kejaksaan Agung terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, dan nama Harvey Moeis telah terjerat dalam jaringan korupsi tersebut.

Dengan pengungkapan ini, publik semakin menyadari pentingnya transparansi dalam kepemilikan aset dan kegiatan finansial yang melibatkan pejabat publik dan pengusaha kelas kakap.

Di samping itu, proses hukum yang berkelanjutan diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta lebih lanjut dan menjaga keadilan bagi negara dan masyarakat. (Sumber: Suara.com, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *