ASTAGHFIRULLAH ‼️Cahaya Bocah Perempuan Hanyut Terbawa Arus, Ditemukan dalam Kondisi Tak Bernyawa

(Foto: korban cahaya yang ditemukan Tim Basarnas)

KBO-BABEL.COM,Pangkalpinang – Senin, 8 April 2024, menjadi hari yang kelam bagi warga Pangkalpinang, saat bocah perempuan bernama Cahaya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah hanyut terbawa derasnya air sungai kecil. Kejadian tragis ini menggetarkan hati masyarakat Pangkalpinang dan menyoroti pentingnya kesadaran akan keselamatan anak-anak di sekitar lingkungan sungai.

Korban, Cahaya, ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 10.35 WIB, setelah menyusuri sungai kecil hingga sejauh 5,5 kilometer dari titik lokasi hilangnya.

Bacaan Lainnya

Meskipun jarak yang sudah cukup jauh, jenazah Cahaya ditemukan dalam keadaan utuh, mengenakan pakaian lengkap, memberikan kesan sedih mendalam bagi keluarga dan seluruh masyarakat.

Peristiwa tragis ini bermula pada hari sebelumnya, pada pukul 13.30 WIB, saat Cahaya terlihat oleh rekannya sedang bermain di tepi sungai yang deras karena hujan lebat yang melanda Pangkalpinang.

Namun, dalam sekejap, Cahaya lenyap dari pandangan temannya, meninggalkan kegelapan yang menyelimuti hati mereka.

Ibu Cahaya, yang keluar rumah beberapa saat kemudian, langsung menyadari kepergian putrinya. Ditemani oleh rekan keluarga, mereka segera melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Namun, upaya pencarian mereka tak membuahkan hasil, dan kekhawatiran semakin merayap saat Cahaya tetap tidak ditemukan.

Dalam keputusasaan, keluarga Cahaya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang, berharap bantuan dari pihak berwenang untuk menemukan keberadaan Cahaya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, ABK KN Sar Karna, Babinkamtibmas, BPBD Kota Pangkalpinang, Laskar Sekaban, dan Tagana Babel segera merespons panggilan tersebut dengan cepat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, memimpin operasi pencarian dengan hati-hati dan penuh kesabaran.

Mereka menyusuri sungai kecil hingga mencapai muara Pangkalbalam, tanpa kehilangan harapan untuk menemukan Cahaya. Dan akhirnya, setelah upaya yang gigih, Cahaya ditemukan, mengakhiri pencarian yang melelahkan itu.

“Dengan berhasil ditemukannya korban, maka operasi SAR gabungan resmi ditutup. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam upaya pencarian ini,” ungkap I Made Oka Astawa dengan suara serak, mencerminkan kelelahan dan kesedihan atas kejadian yang mengguncang hati banyak orang.

Tragedi ini memberikan pelajaran yang mahal bagi masyarakat Pangkalpinang tentang pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar lingkungan sungai. Kesadaran akan bahaya yang mengintai di sekitar aliran air harus ditingkatkan, agar tragedi serupa tidak terulang di masa yang akan datang.

Hari ini, Pangkalpinang kehilangan secercah Cahaya, namun, semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua orang akan pentingnya keselamatan dan pengawasan terhadap anak-anak, karena satu kesalahan kecil bisa berujung pada kehilangan yang tak terbayangkan.

Cahaya mungkin telah berpulang ke pangkuan Tuhan, tapi kenangannya akan tetap membakar di hati mereka yang ditinggalkannya. temannya, meninggalkan kegelapan yang menyelimuti hati mereka.

Ibu Cahaya, yang keluar rumah beberapa saat kemudian, langsung menyadari kepergian putrinya. Ditemani oleh rekan keluarga, mereka segera melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Namun, upaya pencarian mereka tak membuahkan hasil, dan kekhawatiran semakin merayap saat Cahaya tetap tidak ditemukan.

Dalam keputusasaan, keluarga Cahaya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang, berharap bantuan dari pihak berwenang untuk menemukan keberadaan Cahaya. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, ABK KN Sar Karna, Babinkamtibmas, BPBD Kota Pangkalpinang, Laskar Sekaban, dan Tagana Babel segera merespons panggilan tersebut dengan cepat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, memimpin operasi pencarian dengan hati-hati dan penuh kesabaran. Mereka menyusuri sungai kecil hingga mencapai muara Pangkalbalam, tanpa kehilangan harapan untuk menemukan Cahaya. Dan akhirnya, setelah upaya yang gigih, Cahaya ditemukan, mengakhiri pencarian yang melelahkan itu.

“Dengan berhasil ditemukannya korban, maka operasi SAR gabungan resmi ditutup. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam upaya pencarian ini,” ungkap I Made Oka Astawa dengan suara serak, mencerminkan kelelahan dan kesedihan atas kejadian yang mengguncang hati banyak orang.

Tragedi ini memberikan pelajaran yang mahal bagi masyarakat Pangkalpinang tentang pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar lingkungan sungai. Kesadaran akan bahaya yang mengintai di sekitar aliran air harus ditingkatkan, agar tragedi serupa tidak terulang di masa yang akan datang.

Hari ini, Pangkalpinang kehilangan secercah Cahaya, namun, semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua orang akan pentingnya keselamatan dan pengawasan terhadap anak-anak, karena satu kesalahan kecil bisa berujung pada kehilangan yang tak terbayangkan. Cahaya mungkin telah berpulang ke pangkuan Tuhan, tapi kenangannya akan tetap membakar di hati mereka yang ditinggalkannya.***

(1rawan)

(Red.KBO-BABEL / TIM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *