Kejati Babel Perkuat Penindakan Terhadap Pelaku dan Kolektor Timah

Foto: Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung

Kejati Babel Mendalami Keterlibatan Kolektor Timah di Belitung: Penyelidikan Serius Terhadap Dugaan Penambangan Ilegal

KBO-BABEL.COM (Bangka) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah mengusut dugaan keterlibatan sejumlah kolektor timah di Pulau Belitung. Informasi yang beredar menunjukkan bahwa pemeriksaan ini berkaitan dengan aktivitas penambangan dan pembelian hasil timah yang diduga ilegal di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah di Teberong, Desa Simpang Pesak, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur. Sabtu (6/4/2024)

Kawasan yang menjadi pusat perhatian bukan hanya terletak dalam wilayah IUP PT Timah, tetapi juga melibatkan kawasan hutan negara (Hutan Produksi).

Bacaan Lainnya

Para pelaku yang terlibat dalam kegiatan penambangan ini diketahui menggunakan ekskavator secara tidak sah, tanpa mengindahkan aturan dan perizinan yang berlaku.

Saat dimintai tanggapan, Sigit Prabowo, Kepala Unit Pertambangan Belitung PT Timah Tbk, belum memberikan jawaban melalui pesan WhatsApp pada Sabtu pagi (30/3/2024).

Begitu pula dengan Basuki Raharjo, Kasipenkum Kejati Babel, yang belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kebenaran pemeriksaan tersebut. Meskipun telah dilakukan upaya untuk mengonfirmasi informasi ini sejak kemarin, Kamis (4/4), namun belum ada respons dari pihak terkait.

Keterlibatan kolektor timah dalam praktik penambangan ilegal menimbulkan keprihatinan serius, terutama karena dampak negatifnya terhadap lingkungan dan ekosistem setempat.

Penambangan ilegal cenderung tidak mengindahkan keseimbangan alam dan dapat merusak ekosistem yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.

Selain itu, praktik ini juga merugikan negara karena mengurangi pendapatan dari sektor tambang yang seharusnya menjadi sumber pendapatan yang signifikan.

Dana yang seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat pun terancam tergerus akibat praktik ilegal tersebut.

Kejati Babel menunjukkan komitmen serius dalam menangani masalah ini dengan melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan keterlibatan kolektor timah.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan sinyal keras kepada para pelaku ilegal bahwa aktivitas yang merugikan lingkungan dan negara tidak akan ditoleransi.

Dalam menghadapi tantangan ini, peran serta seluruh pihak, termasuk instansi pemerintah, perusahaan pertambangan, dan masyarakat lokal, sangatlah penting.

Kerjasama yang solid antara semua pihak dapat menjadi kunci dalam mengatasi masalah penambangan ilegal dan melindungi keberlangsungan lingkungan hidup serta kesejahteraan masyarakat. (Sumber: Asatuonline, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *