Optimalisasi Sumber Daya Alam: Indonesia Menetapkan 22 Komoditas Tambang sebagai Mineral Strategis

Foto: ilustrasi komoditas tambang

Kementerian ESDM Tetapkan 22 Komoditas Sebagai Mineral Strategis untuk Penguatan Industri Dalam Negeri

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia telah menetapkan 22 komoditas hasil pertambangan sebagai mineral strategis dalam upaya meningkatkan daya saing perdagangan global dan perekonomian domestik. Keputusan ini, yang mulai berlaku sejak 1 April 2024, diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 69.K/MB.01/MEM.B/2024 tentang Penetapan Jenis Komoditas yang Tergolong Dalam Klasifikasi Mineral Kritis. Jumat (5/4/2024)

Aturan tersebut mendefinisikan mineral strategis sebagai mineral yang memiliki nilai penting dan menjadi bahan baku utama dalam proses hilirisasi mineral di dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Langkah ini diharapkan dapat mendukung perkembangan industri-industri strategis seperti farmasi, kosmetik, alat kesehatan, kendaraan listrik, energi terbarukan, barang modal, elektronika, pertahanan, dan lainnya.

Berikut adalah daftar lengkap dari 22 komoditas tambang yang dianggap sebagai mineral strategis:

1. Alumunium – Bauksit
2. Antimoni
3. Besi – Bijih Besi, Pasir Besi
4. Emas
5. Fosfor – Fosfat
6. Galena
7. Kobalt
8. Kromium – Kromit
9. Logam Tanah Jarang (LTJ)
10. Magnesium
11. Mangan
12. Molibdenum
13. Nikel
14. Perak
15. Platium – Platina
16. Seng
17. Silika – Pasir Kuarsa, Kuarsit, Kristal Kuarsa
18. Tembaga
19. Timah
20. Titanium
21. Vanadium
22. Zirkonium – Zirkon

Kementerian ESDM menegaskan bahwa kebijakan ini akan menjadi pedoman bagi Kementerian, Lembaga, serta Pemerintah Daerah Provinsi dalam menyusun regulasi terkait tata kelola dan perdagangan mineral.

Selain itu, keputusan ini juga akan menjadi pertimbangan penting dalam upaya riset, inovasi, penentuan kebijakan fiskal, serta kerja sama internasional di bidang pertambangan mineral.

Dalam konteks industri nasional, penetapan 22 komoditas tambang sebagai mineral strategis diharapkan dapat menguatkan kedaulatan ekonomi negara dan meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian Indonesia.

Dengan memprioritaskan produksi dan pengolahan mineral secara domestik, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam rantai pasok global untuk sektor-sektor industri yang menggunakan bahan baku tersebut.

Kementerian ESDM juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memaksimalkan potensi sumber daya mineral Indonesia.

Dengan sinergi yang kuat, Indonesia dapat meraih manfaat maksimal dari kekayaan alamnya sambil menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat daya saing ekonomi di tingkat global.

Dengan penetapan ini, diharapkan Indonesia dapat melangkah lebih maju dalam memanfaatkan potensi sumber daya mineralnya untuk mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (Sumber: CNBC Indonesia, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *