SURAT TERBUKA UNTUK ERICK THOHIR MENTERI BUMN

Foto: M. Wirtsa Firdaus

Timah Mega Case 271 Triliun merupakan Bagian Risiko Bisnis dari seorang Pemimpin

Oleh M. Wirtsa Firdaus

Bapak Menteri BUMN
Izinkan Saya sedikit berkisah hal Timah Mega Case 2023

Bacaan Lainnya

1. Tahun 2000 kotak Pandora terbuka “Tulisan Haji Marwan”

2. Penyelundupan bijih timah ke Singapore Marak

3. Pelarangan pengiriman timah dalam bentuk Bijih/Ore

4. Tahun 2003 Era Smelter Swasta berdiri dengan Izin dari Kementrian Perindustrian “LoopHole” Karena Swasta menganggap perizinan dari kementrian ESDM terlalu bergelut dan susah. Pendapat : memang sudah selayaknya untuk menjaga kekayaan sumber daya alam yang sangat berharga bagi negara harus di siapkan peraturan yang ketat agar pemanfaatan SDA bisa memberikan manfaat optimal bagi bangsa dan negara bukan segelintir orang.

5. Era Sulitnya BUMN Timah (PT Timah Tbk) memperoleh bijih Timah karena harus bersaing dengan smelter yang nota bene mudah memperoleh izin, tidak memiliki kewajiban seperti PT Timah Tbk dan berjalan dengan pola koordinasi harmonisasi bisnis ala Smelter.

6. Pengusaha Swasta Nasional mulai melirik dan masuk ke bisnis pertimahan.

7. Tahun 2006 terjadi tragedi oktober Kelabu DEMO masyarakat tambang ke kantor gubernur yang di backup smelter dan berakhir dengan penangkapan beberapa pengusaha Timah swasta dan tokoh Babel. Tercatat pengusaha yang ditangkap Awi, Aping Johan Riduan Hasan dan Thamron. Tokoh Babel : Johan Murod, Apik Rosidi, Ismiyardi, Ernawan dan Hendra Apolo

8. KPK III (Keberuntungan Paska Kerusuhan) Mengapa KPK III karena dunia pertimahan dalam hal ini PT Timah Tbk setidaknya mengalami dua Keberuntungan pada saat perusahaan sedang mengalami Kesulitan yaitu Pertama, Keberuntungan Pak Kuntoro PT timah harus berterimakasih kepada beliau karena beliau membawa PT Timah Tbk menuju era Kepemimpinan Manajemen modern setelah beliau mendapat arahan Langsung dari Presiden Suharto untuk Menyelamatkan PT Timah Tbk. Sumber : “Kunjungan Ke Kantor staff Kepresidenan di ceritakan ulang oleh yang bersangkutan kepada YSO, AHS, WFS dan RPN” Kedua, Keberuntungan Pasar Kaget/KPK II Yaitu melemahnya pasar uang IDR karena dampak resesi dunia, sehingga PT Timah Tbk memperoleh manfaat yang signifikan sebagai sebuah perusahaan yang berbayar rupiah dan berpenghasilan US Dollar. Sumber “Tulisan Hedging Terbaik adalah Pendapatan dalam bentuk Strong Currency /USD” Tentunya perusahaan yang benar apalagi seperti perusahaan Tambang tidak bisa menggantungkan hidupnya kepada Keberuntungan tetapi perlu dilakukan pengelolaan SDA yang baik dan Benar. Sehingga Revitalisasi cadangan SDA dapat berjalan semestinya.

9. Tahun 2007 hingga Tahun 2012. Sebuah era yang paham betul bahwa perusahaan tambang timah tidak bisa di jalankan dengan berharap kepada Keberuntungan. Langkah Harmonisasi kepada semua fihak di ambil, penambangan sendiri terus berjalan “Mulai di kenalkan penambangan sistem Blok untuk mengakomodasi tambang rakyat”, penambangan dengan KK dan KIP, dan harmonisasi dengan masyarakat penambang melalui kebijakan kompensasi Bijih Darat dengan strategi Subsidi Silang. Selain itu mencoba drama penegakan hukum, razia tambang dengan menurunkan APH pusat. Semua upaya ternyata belum bisa memberikan pengelolaan tambang yang berkelanjutan semua bersifat temporary hal ini lebih di sebabkan karena karakteristik dari penambangan Timah dan nilai ekonomisnya yang memang unik dan tidak bisa di bandingkan dengan mineral lain. Waktu terus berjalan dan bisnis pertimahan pun terus meniti Turbulensi di zona penambangan timah yang hiruk pikuk.

10. Tahun Matinya Harmonisasi. Paling tidak dalam kurun waktu 5 tahun setelah era The Legend CEO Wachid Usman pertimahan mengalami kegagalan dalam menciptakan Harmonisasi Hotizontal dan Vertikal. Hal seperti ini sudah pasti memberikan dampak Kinerja yang kurang baik bagi Stake holder. Riuh rendah ketidakharmonisan rupanya terdengar juga ke Pusat, bersamaan dengan itu pada tahun 2014 – 2015 Pemerintah mulai melirik mineral ikutan Timah dan logam tanah jarang. Jokowi di awal awal kepemimpinannya Announcing tentang perlunya masuk ke industri Thorium.

11. Babak baru Pertimahan berjalan dengan di bangunnya proyek pengambilan thorium yaitu PROJECT TANJUNG ULAR bersamaan Kepemimpinan PT TimahnTbk berganti pada tahun 2016 (direksi sebelumnya tidak sampai satu periode lima tahunan).

Mochtar Riza Pahlevi (MRPT) yang sebelumnya salah satu Direktur di PN Gas di percaya oleh pemegang saham 65 % langsung oleh negara untuk menggawangi TINS yang masih berstatus BUMN.

Langkah Strategis Baru menembus Ruang Kaidah Pertambangan

Kompleksitas yang begitu fulltank dalam dunia pertambangan timah membuat “Sangat Tidak Mudah” bagi para CEO PT TIMAH TBK mengelola perusahaan eks BUMN Ini jika tidak mendapat dukungan Penuh dan serius dari pemerintah.

Eforia PETI dan karakteristik pertambangan mineral timah yang jauh berbeda dari keberadaan mineral lain perlu di sentuh dengan cara yang berbeda pula, bak kata Pepatah Lain Padang Lain Ilalang Lain Lubuk Lain ikannya.

BIJI timah yang membentuk pulau Bangka menjadikan setiap sudut tanah di pulau Bangka Mengandung mineral timah, Pulau Bangka adalah Timah Yang Memulau (Raflesh Gubernur Jendral Inggris di Indonesia pada abad 17)

PT Timah Tbk pemilik IUP terluas telah melakukan berbagai upaya untuk sekedar bertahan sebagai perusahaan Tambang yang Eksis dari mulai teknis melakukan penambangan sendiri, pendekatan penegakan hukum, pendekatan sosial kepada masyarakat sampai berkolaborasi dengan berbagai fihak.

Hal ini tentu menjadi catatan berjejak bagi setiap CEO yang menggawangi perusahaan dan jadi bahan pertimbangan dalam menjalankan perusahaan pada era mereka. Diam dan bertahan pada cara konvensional (cara cara yang ditempuh as usual pada era sebelumnya) pasti mengarahkan perusahaan pada collaps nya perusahaan.

Hal ini yang kemudian seorang Reza Pahlevi Thabrani beserta jajaran membuat strategi baru yang menembus kaidah pertambangan. PENDEKATAN DASAR EKONOMI harga beli jual bijih timah antara perusahaan dan pengelola timah. Sebuah cara yang tidak lazim tapi ini adalah sebuah langkah yang Heroik bagi perusahaan untuk eksis.

Sayangnya langkah ini kemudian seolah membawa kepada perulangan sejarah tahun 2000 an saat terjadi kesepakatan dan kesepahaman antara Dirut Timah dengan Bupati Eko Maulana Ali untuk membuka kotak pandora penambangan Rakyat bahwa PT Timah Tbk tidak siap dengan dampak yang terjadi. Jika tahun 2000 dampaknya adalah penyelundupan timah karena ketidak siapan Untuk menampung bijih timah yang membeludak sementara kali ini langkah heroik MRPT belum sempat di ikuti dengan tata aturan atau SOP yang mumpuni.

Kebingungan di lapangan terjadi. Dilematis, di satu sisi perusahaan harus berperan dalam memberikan kontribusi di sisi lain langkah tersebut terhalang BIROKRASI BERWUJUD SOP.

Seorang MRPT menurut saya adalah seorang leader yang berkarakter berulang kali dalam setiap kesempatan selalu mendiskusikan jalan keluar dari jeruji persaingan tidak sehat antara pengusaha Timah swasta dengan PT Timah Tbk perusahaan yang di gawanginya. Risiko pasti ada termasuk risiko terjadinya fraud dalam usaha melakukan langkah langkah baru menerobos belenggu jeruji TURBULENSI BISNIS PERTIMAHAN.

Dan hari ini sang patriot itu bertanggungjawab atas risiko yang diterimanya dengan menjalani penahananan atas dugaan TINDAK PIDANA KHUSUS dunia pertambangan, yang sesungguhnya berbeda dengan tindak pidana korupsi.

SIAP MEMBELA TAK PERNAH JERA
MILIK BANGSA KU MILIK NEGERI KU
AMANAH TUHAN MAHA ESA

Kriopanting Putus Bedenting Cupak Gantang dak Berubah

Foto: M. Wirtsa Firdaus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *