Skandal Korupsi Mega Proyek Kel Sadai: Asep Maryono Tinggalkan ‘PR’ Tak Tuntas

Akhiri Masa Jabatan Dengan Kontroversi: Asep Maryono Tinggalkan Sorotan Kasus KI Sadai yang Tak Terselesaikan

KBO-BABEL.COM (Pangkalpinang) – Terhitung sampai saat ini hampir 6 (enam) bulan berlalu atau sejak sejumlah warga Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melaporkan kasus mega proyek pembangunan Kawasan Industri (KI) Sadai ke pihak Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel), namun miris laporan tersebut terkesan tak ditindak lanjuti pihak Kejati Babel. Kamis (4/4/2024)

Terlebih Asisten Intelijen Kejati Babel, Fadil Regan SH MH sebelumnya sempat dikonfirmasi oleh tim investigasi Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel) terkait laporan warga Sadai perihal penjualan tanah warga kepada pihak PT Ration Bangka Abadi (RBA) selaku pihak pengelola KI-Sadai, Basel, namun pernyataan Fadil justru menuai kekecewaan warga lantaran Fadil mengaku jika laporan warga itu cuma selembar kertas, padahal sebaliknya laporan warga saat itu justru menyerahkan sebundel dokumen atau berkas.

Bacaan Lainnya

Saat penyerahan sebundel berkas tersebut sempat disaksikan langsung tim investigasi KBO Babel dan berkas pun diterima langsung oleh seorang koordinator bidang intelijen Kejati Babel, Hendrianto kebetulan saat itu menyambut kedatangan sejumlah warga asal Desa Sadai, Basel, Senin (27/3/2024) siang di ruang lobi gedung PTSP Kejati Babel.

Bahkan kedatangan warga Sadai ke gedung Kejati Babel waktu itu tak saja melaporkan soal penyerobotan lahan milik warga namun berikut laporan seputar kasus perijinan kegiatan proyek KI-Sadai bernilai ratusan triliunan tersebut dianggap bermasalah, dan di hari itu pula kedatangan warga Sadai sempat pula disambut langsung pimpinan Kejati Babel, Asep Maryono SH meski saat itu hanya sesaat menemui warga di ruang lobi.

Ironisnya, mega proyek yang dikelola PT RBA ini pun sejak awal pembangunan tahun 2018 justru dikawal oleh Tim Pengawasan Pembangunan Strategis (TPPS) Kejati Babel namun dalam kegiatan proyek ini diduga sarat masalah bahkan terindikasi korupsi hingga menyeret-nyeret nama para jenderal atau mantan Kapolda Babel dalam kegiatan pengelolaan proyek KI Sadai, Basel ini.

Selain itu informasi dihimpun tim investigasi KBO Babel di lapangan termasuk sejumlah sumber lainnya pun menyebutkan sejumlah proyek pembangunan di dalam KI Sadai diduga bermasalah antara lain proyek pembangunan Reservoir Air System dengan pagu dana bernilai total Rp 75.446.927.000,- atau senilai Rp 75,4 miliar lebih bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran (TA) 2023 namun dibangun di atas lahan milik swasta dan diduga belum dilakukan hibah secara akte notaris oleh PT RBA,

Kegiatan pembangunan proyek Reservoir Air System ini dibangun oleh PT Gala Karya – PT Anugerah Lestari (KSO) dibawah naungan Kementerian PUPR, Ditjen Sumber Data Air, Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung (BWS). Begitu pula proyek pembangunan pabrik pengolahan limbah B3 proyek Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) pusat senilai Rp 7 M lebih bersumber dari APBN 2023 dibangun di atas lahan swasta.

Terkait kasus mega proyek KI Sadai ini sebelumnya tim investigasi KBO Babel sempat mencoba menghubungi langsung nomor ponsel direktur PT RBA, Vindiarto Purbalinar alias Yanto Purba namun sayangnya nomor ponsel yang bersangkutan tak aktif. Tak cuma itu, sang direktur PT RBA ini (Yanto Purba) sempat pula tersandung perkara kasus dugaan penipuan hingga berujung ke laporan kepolisian bahkan sampai saat kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Sekedar diketahui proyek KI Sadai ini sebelumnya sempat digadang-,gadangkan proyek strategi nasional (PSN) oleh pihak PT RBA, namun hal ini justru dibantahkan oleh pihak Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan & Akses Industri Internasional (Dirjen KPAII), Kementerian Perindustrian (Kemenprin) RI. Pernyataan bantahan ini pun langsung disampaikan oleh Direktur Perwilayahan Industri, Dr Ir Heru Kusnanto MSi

“KI (Kawasan Industri – red) Sadai bukan termasuk dalam salah satu dari 23 (dua puluh tiga) Kawasan Industri yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN),” kata Heru dalam keterangan yang disampaikan kepada tim Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel) melalui pesan singkat What’s App

Kesal Uang Lahan Belum Dibayar, Warga Pasang Portal Di Lokasi Proyek KI Sadai

Foto : Kejati Babel Asep maryono (ist)

Akibat pihak Kejati Babel sampai saat ni dinilai masif atau terkesan tak menindaklanjuti laporan warga Sadai tersebut, akhirnya salah seorang warga Sadai, Ambo Mang (42) mengaku terpaksa melakukan sesuatu atau dengan caranya sendiri yakni memasang portal pada area dalam lokasi KI Sadai, Basel.

“Ya terpaksa saya pasang portal di lokasi proyek KI Sadai itu. Janji perusahaan itu mau membayar lahan kita tapi sampai sekarang belum juga direalisasikan,” ujar Ambo Mang saat dihubungi melalui nomor ponselnya, Rabu (3/4/2024) sore.

Aksi yang dilakukan oleh warga Sadai ini (Ambo Mang) sesungguhnya lantaran diduga didasari rasa kekecewaanya terhadap pihak perusahaan (PT RBA) termasuk aparat penegak hukum daerah khususnya Kejati Babel.

Kasus mega proyek KI Sadai ini pun sebelumnya pun sempat dilaporkan pula ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) di Jakarta.

Sangat disayangkan bila masyarakat tak lagi mempercayai (confidence crisis) kinerja aparat penegak hukum yang selayaknya diharapkan dapat menindaklanjuti aspirasi atau pun laporan yang pernah disampaikan warga Sadai ke pihak Kejati Babel beberapa waktu lalu. Asep Maryono pun di akhir masa jabatannya sebagai pimpinan institusi Kejati Babel kini malah meninggalkan pekerjaan rumah alias ‘PR” yang tak tuntas.

Meski begitu tim KBO Babel pun mencoba menghubungi kembali Asep Maryono terkait laporan warga Sadai ke pihak Kejati Babel beberapa waktu lalu perihal kasus dugaan penyerobotan lahan termasuk dugaan korupsi pada mega proyek KI Sadai, Basel. Mirisnya jawaban pimpinan Kejati Babel justru singkat tanpa ada penjelasan detil.

“Seingat saya sudah dijawab,” jawab Asep dalam pesannya saat dikonfirmasi melalui pesan Whats App (WA), Rabu (3/4/2024) malam.

Sekedar diketahui, Asep Maryono menjabat sebagai Kejati Babel terhitung setahun lebih atau sejak Februari 2023 lalu, dan ia pun dikabarkan tak lama lagi bakal mengakhiri masa jabatannya selaku pimpinan Kejati Babel, dan tongkat komando institusi Kejati Babel ke depan bakal dipimpin oleh RD Muhamad Teguh Darmawan SH MH.
(KBO Babel/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *