Skandal Korupsi Timah: DPR Mencecar Direktur Utama PT Timah atas Dugaan Kerugian Negara Rp271 Triliun

Foto: Bos Timah Dicecar Anggota DPR

Dugaan Kerugian Negara Rp271 Triliun: Direktur Utama PT Timah ‘Dicecar’ Terkait Skandal Korupsi Timah

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Di tengah sorotan tajam, Komisi VI DPR RI mempertanyakan Direktur Utama PT Timah, Ahmad Dani Virsal, terkait dugaan korupsi yang diperkirakan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp271 triliun. Rapat dengar pendapat yang berlangsung pada Selasa (2/4) itu menjadi panggung perdebatan sengit, di mana anggota-anggota DPR dari berbagai fraksi menyoroti peran perusahaan dalam pengelolaan tambang dan menuntut penjelasan atas tuduhan korupsi yang melanda PT Timah. Rabu (3/4/2024)

Fraksi Demokrat yang diwakili oleh Herman Khaeron menyoroti besarnya angka kerugian yang disebutkan, menyebutnya sebagai angka yang fantastis.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan bahwa kunjungannya ke PT Timah dan interaksi dengan masyarakat sekitar menegaskan bahwa perusahaan tersebut gagal dalam pengelolaan tambang dengan benar. Khaeron menyatakan bahwa kelalaian dalam manajemen telah membuka celah bagi praktik ilegal yang merugikan negara.

Sementara itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diwakili oleh Amin AK menambahkan dimensi baru dalam perdebatan dengan menyoroti penurunan pendapatan perusahaan setiap tahunnya.

Amin menilai bahwa Ahmad Dani sebagai Direktur Utama yang baru harusnya mengetahui secara detail tentang kasus tersebut. Ia bahkan menyatakan dugaan korupsi itu melibatkan pihak dalam manajemen PT Timah sendiri, sehingga tidak mungkin bagi Ahmad Dani untuk tidak mengetahuinya.

Rapat yang masih berlangsung belum memberikan tanggapan resmi dari Ahmad Dani terkait dugaan korupsi yang mengguncang PT Timah. Namun, dugaan korupsi tersebut telah menjadi sorotan serius bagi kejaksaan.

Kejaksaan Agung telah menetapkan 16 tersangka dalam kasus tersebut, termasuk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, mantan Direktur Utama PT Timah periode 2016-2021, serta Harvey Moeis yang dianggap sebagai perpanjangan tangan dari PT Refined Bangka Tin.

Kasus dugaan korupsi tersebut dianggap sebagai pukulan berat bagi PT Timah dan menimbulkan kekhawatiran terhadap reputasi dan keberlangsungan perusahaan.

Kejaksaan Agung memperkirakan kerugian negara yang disebabkan oleh praktik korupsi tersebut mencapai Rp271 triliun, sebuah angka yang mengejutkan dan memicu keresahan di kalangan masyarakat serta anggota DPR.

Kritik terhadap manajemen PT Timah semakin memuncak seiring pengungkapan kasus ini. Masyarakat dan lembaga pengawas semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas dari perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia tersebut.

Sementara itu, rapat di DPR terus berlanjut, memperlihatkan bahwa kasus ini masih akan menjadi fokus perhatian publik dan institusi hukum dalam waktu yang akan datang.

Kesimpulannya, skandal korupsi ini telah menciptakan gelombang kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pengusaha. Dengan besarnya angka kerugian yang disebutkan, tindakan hukum yang tegas dan transparansi dalam mengelola perusahaan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan keberlangsungan bisnis PT Timah ke depannya. (Sumber: CNN Indonesia, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *