Kontroversi Program Magang Internasional: Universitas Jambi Diusut Terkait Skandal Ferienjob

Universitas Jambi

Skandal Ferienjob: Mahasiswa Universitas Jambi Terlibat Dugaan Perdagangan Manusia ke Jerman

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Universitas Jambi tengah dilanda kontroversi setelah terungkapnya skandal ferienjob yang melibatkan mahasiswa yang dikirim ke Jerman dalam program magang. Apa yang seharusnya menjadi peluang untuk pengembangan diri ternyata berujung pada dugaan perdagangan manusia yang melibatkan beberapa pihak, termasuk institusi pendidikan itu sendiri. Rabu (3/4/2024)

Dilansir dari sumber terpercaya, program ferienjob yang disematkan sebagai bagian dari inisiatif Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ternyata menjadi kontroversi besar. Sri Wachyuni, Koordinator Ferienjob Universitas Jambi, mengemukakan empat alasan utama mengapa mahasiswa dikirim ke Jerman dalam program tersebut. Alasan-alasan tersebut meliputi aspek legalitas, kesempatan untuk belajar dari pengalaman internasional, hingga penguatan soft skill.

Bacaan Lainnya

Namun, apa yang terkuak kemudian adalah dugaan perdagangan manusia di balik program tersebut. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan lima tersangka terkait dengan skandal ini, termasuk tokoh-tokoh penting seperti direktur PT Sinar Harapan Bangsa Enik Waldkonig, pendiri PT CVGEN Amsulistiani, serta beberapa tokoh akademisi dari Universitas Jambi dan Universitas Negeri Jakarta.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Djuhandhani Rahardji Puro, kelima tersangka tersebut memiliki peran masing-masing dalam skema yang diduga melibatkan perdagangan manusia ini. Mulai dari agen yang menawarkan program, hingga pihak universitas yang mensosialisasikan dan menawarkan program tersebut kepada mahasiswa.

Skandal ini membuka mata terhadap praktik-praktik tidak bermoral yang tersembunyi di balik program-program magang internasional. Apa yang seharusnya menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang, berubah menjadi mimpi buruk yang mengancam martabat manusia.

Tentu saja, reaksi dari pihak terkait pun tidak bisa diabaikan. Universitas Jambi, sebagai institusi pendidikan yang terlibat dalam skandal ini, diharapkan untuk bertindak tegas dan transparan dalam menghadapi masalah ini. Selain itu, langkah-langkah preventif juga harus segera diambil untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Kita harus belajar dari kesalahan dan memastikan bahwa mahasiswa kita mendapatkan pengalaman belajar yang bermutu dan bertanggung jawab. Mahasiswa adalah aset berharga bangsa, dan sudah sepatutnya mereka dilindungi dan didukung sepenuhnya oleh institusi pendidikan.

Skandal ferienjob yang melibatkan mahasiswa Universitas Jambi menjadi cermin bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan kritis terhadap program-program yang ditawarkan, terutama yang melibatkan transaksi lintas negara.

Kita harus memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan prinsip-prinsip moral dan hukum yang berlaku, serta memastikan keamanan dan kesejahteraan mahasiswa selalu menjadi prioritas utama. (Sumber: Tempo, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *