Robert Bonosusatya: Dikritik MAKI sebagai Dalang Skandal Korupsi PT Timah

Pemeriksaan Terhadap Robert Bonosusatya: Langkah Penting dalam Penyelidikan Kasus Korupsi
Foto : Robert Bonosusatya

Robert Bonosusatya Dikejar Bayangan Korupsi  Komoditas Timah Berpeluang Menjadi Tersangka

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Skandal korupsi yang mengguncang PT Timah Tbk semakin memperoleh sorotan tajam dari berbagai pihak, khususnya dengan munculnya tudingan terhadap Robert Bonosusatya alias atau RBS. Kasus ini mencuat ke permukaan dengan tudingan bahwa RBS menjadi otak di balik serangkaian tindak korupsi yang merugikan negara hingga mencapai angka fantastis, Rp 271 triliun. Meskipun Kejaksaan Agung belum memberikan respons atas somasi dari Perkumpulan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), tekanan publik semakin memuncak untuk menetapkan RBT sebagai tersangka dalam kasus ini. Senin (1/4/2024).

 

Bacaan Lainnya

* Kasus Korupsi PT Timah Tbk: Latar Belakang dan Dinamika

PT Timah Tbk, sebagai perusahaan tambang timah terbesar di Indonesia, telah menjadi pusat sorotan sejak kasus dugaan korupsi ini mencuat ke permukaan.

Menurut laporan, skandal ini melibatkan serangkaian praktik korupsi dalam tata niaga timah di PT Timah Tbk, yang merugikan negara hingga mencapai angka yang sangat besar.

Latar belakang kasus ini berkaitan erat dengan aktivitas tambang ilegal yang telah merajalela di berbagai daerah, khususnya di Bangka Belitung. Dalam upaya mengatasi masalah ini, PT Timah telah melaporkan ke Bareskrim Polri tentang keberadaan tambang timah ilegal yang beroperasi di wilayah konsesi mereka.

Namun, penyelidikan terhadap kasus ini mengungkap lebih dari yang diharapkan, dengan adanya indikasi kuat praktik korupsi yang melibatkan berbagai pihak terkait.

Salah satu tokoh sentral dalam kasus ini adalah Robert Bonosusatya alias RBS. Meskipun dia membantah keterlibatannya dalam praktik korupsi tersebut, namun laporan dan bukti yang muncul menunjukkan sebaliknya.

RBS pernah menjabat sebagai pimpinan PT Refined Bangka Tin (RBT), yang menjadi mitra utama PT Timah Tbk.

Namun, setelah PT RBT digeledah oleh penyidik Kejaksaan Agung pada Desember 2023, perusahaan itu berhenti beroperasi, meninggalkan banyak tanda tanya tentang praktik bisnis yang terjadi di dalamnya.

Skandal korupsi yang mengguncang PT Timah Tbk semakin memperoleh sorotan tajam dari berbagai pihak, khususnya dengan munculnya tudingan terhadap Robert Bonosusatya alias atau RBS. Kasus ini mencuat ke permukaan dengan tudingan bahwa RBS menjadi otak di balik serangkaian tindak korupsi yang merugikan negara hingga mencapai angka fantastis, Rp 271 triliun. Meskipun Kejaksaan Agung belum memberikan respons atas somasi dari Perkumpulan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), tekanan publik semakin memuncak untuk menetapkan RBT sebagai tersangka dalam kasus ini.
Foto : Para tersangka korupsi komoditas timah

 

*Tudingan terhadap Robert Bonosusatya: Otak di Balik Skandal Korupsi Timah

MAKI, melalui Koordinator Boyamin Saiman, telah mengirimkan somasi kepada Kejaksaan Agung untuk menetapkan RBT sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Timah Tbk.

Menurut MAKI, RBT adalah sosok intelektual di balik skandal penambangan timah ilegal yang telah merugikan negara.

Upaya pengungkapan kasus ini telah menjerat 16 tersangka, termasuk pengusaha Helena Lim dan Harvey Moeis. Namun, tekanan publik semakin meningkat untuk menyertakan RBT dalam daftar tersangka.

Boyamin Saiman menilai bahwa RBT telah memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memanipulasi uang hasil korupsi dalam skandal ini.

Meskipun RBT membantah hubungannya dengan PT RBT, namun bukti dan laporan yang muncul menunjukkan adanya keterlibatan yang signifikan.

 

*Reaksi dari Kejaksaan Agung dan Dinamika Penyelidikan

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum memberikan respons atas somasi yang dikirimkan oleh MAKI. Meskipun demikian, pihak kejaksaan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini.

Dengan penahanan dua pengusaha terkemuka, Helena Lim dan Harvey Moeis, Kejaksaan Agung berjanji untuk mengungkap para pelaku di balik skandal ini, termasuk RBT.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, menyatakan bahwa pihaknya akan mengungkap para pejabat di balik skandal korupsi ini, termasuk RBT.

Meskipun demikian, dia juga menegaskan bahwa keputusan untuk menetapkan tersangka harus didasarkan pada bukti dan fakta yang kuat, dan bahwa proses hukum harus berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Foto: Tamron alias Aon dan Harvey Moeis

*Dampak Skandal Korupsi Timah Terhadap Lingkungan dan Masyarakat

Skandal korupsi ini tidak hanya menyebabkan kerugian material yang besar bagi negara, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Analisis oleh pakar lingkungan menunjukkan bahwa tambang ilegal telah menyebabkan hilangnya ratusan ribu hektar hutan tropis dan ribuan lubang tambang yang belum direklamasi.

Selain itu, dampak tambang ilegal juga menyebabkan kerugian ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Banyak orang kehilangan mata pencaharian mereka akibat penutupan tambang ilegal dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab.

Foto :Helena Lim terlihat keluar dari gedung Kejaksaan Agung mengenakan rompi tahanan berwarna pink.

*Tantangan dalam Penanganan Kasus Korupsi Skala Besar

Penanganan kasus korupsi skala besar seperti skandal korupsi PT Timah merupakan tantangan yang kompleks bagi aparat penegak hukum.

Melibatkan berbagai pihak dari kalangan bisnis, pemerintah, dan masyarakat sipil, penanganan kasus ini memerlukan koordinasi dan kerja sama yang erat untuk mencapai keadilan yang sesungguhnya.

Selain itu, kasus ini juga menimbulkan pertanyaan serius tentang tata kelola perusahaan, khususnya di sektor tambang.

Perlunya pengawasan yang ketat dan transparansi dalam operasi perusahaan menjadi semakin penting agar praktik korupsi dan pencucian uang dapat dicegah secara efektif.

Skandal korupsi PT Timah Tbk telah membuka mata banyak pihak akan kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam memerangi korupsi dalam skala besar.

Dengan melibatkan berbagai pihak dan memanfaatkan berbagai instrumen hukum yang ada, Indonesia dapat memastikan bahwa penegakan hukum yang adil dan transparan dapat terwujud.

Namun, tantangan yang dihadapi juga besar, dan penanganan kasus korupsi skala besar seperti skandal korupsi PT Timah memerlukan komitmen dan kerja sama yang kuat dari semua pihak terkait.

Dengan mengambil langkah-langkah yang tegas dan berani, Indonesia dapat membuktikan kepada dunia bahwa ia serius dalam memerangi korupsi dan melindungi kepentingan negara dan rakyatnya.

Hingga Rabu, 27 Maret 2024, tim penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah memeriksa 148 total saksi dalam kasus ini. Dari ratusan saksi, penyidik telah menetapkan 16 tersangka.

Berikut ini 16 nama tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Timah Tbk.

  1. Direktur Utama PT Timah 2016-2021 Mochtar Riza Pahlevi Tabrani
  2. Direktur Keuangan Timah 2017-2018 Emil Ermindra
  3. Direktur Operasi Produksi PT Timah 2017-2021 Alwin Albar
  4. Pengusaha di Bangka Belitung, SG alias AW
  5. Pengusaha di Bangka Belitung, MBG
  6. Direktur Utama PT CV VIP, HT alias ASN
  7. Manajer Operasional Tambang CV VIP, AL
  8. Mantan Komisaris CV VIP, BY
  9. Direktur Keuangan Timah 2017-2018, Tamron Tamsil
  10.  Adik Tamron Tamsil, Toni Tamsil
  11. General Manager PT Tinido Inter Nusa, Rosalina
  12. Direktur PT SBS, RI
  13. Direktur Operasi Produksi PT Timah 2017-2021, Suparta
  14. Direktur Pengembangan Usaha PT RBT, Reza
  15.  Pengusaha yang juga Manajer PT QSE Helena Lim
  16. Pengusaha Harvey Moeis

(KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *