Kejati Bangka Belitung Tingkatkan Status Kasus Pemanfaatan Kawasan Hutan Negara, PT NKI Dari Penyelidikan ke Penyidikan

Kejati Bangka Belitung Tingkatkan Dari Penyelidikan ke Penyidikan, Kasus Pemanfaatan Hutan 1500 Ha Semakin Panas KBO-BABEL.COM (Bangka Belitung) - Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) menggelar konferensi pers di Gedung Tindak Pidana Khusus, menyoroti peningkatan status perkara pemanfaatan kawasan hutan negara seluas 1500 hektar dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Kasus ini menyoroti kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PT. NKI (Nama Karakteristik Indonesia), yang awalnya dimulai pada tahun 2018.  Senin, (1/4/2024).
Foto : Asisten Intelijen Kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Fadil Regan, S.H., M.H.,

Kejati Bangka Belitung Tingkatkan Dari Penyelidikan ke Penyidikan, Kasus Pemanfaatan Hutan 1500 Ha Semakin Panas

KBO-BABEL.COM (Bangka Belitung) – Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) menggelar konferensi pers di Gedung Tindak Pidana Khusus, menyoroti peningkatan status perkara pemanfaatan kawasan hutan negara seluas 1500 hektar dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Kasus ini menyoroti kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PT. NKI (Nama Karakteristik Indonesia), yang awalnya dimulai pada tahun 2018.  Senin, (1/4/2024).

Dalam perjanjian kerjasama pada tahun 2018 antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PT. NKI, disepakati pemanfaatan kawasan hutan negara di hutan produksi sigambir Kota Warigin Kabupaten Bangka seluas 1500 hektar.

Bacaan Lainnya

Namun, seiring berjalannya waktu, PT. NKI tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana yang diatur dalam perjanjian kerjasama tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan, sebagian lahan kawasan hutan produksi yang semula diberikan izin pemanfaatan kepada PT. NKI telah mengalami perubahan fungsi.

Sebagian lagi bahkan telah dikuasai oleh perusahaan lain, sedangkan sebagian lainnya bahkan telah diperjualbelikan oleh oknum di Dinas Kehutanan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka.

Penanganan kasus ini dimulai setelah Operasi Intelijen yang dilakukan oleh Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.

Setelah itu, kasus diserahkan ke Bidang Tindak Pidana Khusus untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sejak tanggal 18 Maret 2024, telah dilakukan permintaan keterangan kepada 30 orang terkait kasus ini.

Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) menggelar konferensi pers di Gedung Tindak Pidana Khusus, menyoroti peningkatan status perkara pemanfaatan kawasan hutan negara seluas 1500 hektar dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Kasus ini menyoroti kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PT. NKI (Nama Karakteristik Indonesia), yang awalnya dimulai pada tahun 2018.  Senin, (1/4/2024).
Foto : Asisten Intelijen Kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Fadil Regan, S.H., M.H., saat mengel

Dengan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT – 159/L.9/Fd.2/04/2024 tanggal 01 April 2024, status penanganan perkara pemanfaatan kawasan hutan negara seluas 1500 hektar ini secara resmi ditingkatkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Asisten Intelijen Kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Fadil Regan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan dalam kasus ini.

Dengan status penyidikan, diharapkan pihak yang terlibat dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Berita ini menegaskan komitmen pihak berwenang dalam menangani kasus pemanfaatan kawasan hutan negara secara serius serta memberikan keadilan bagi semua pihak yang terkena dampak dari tindakan yang dilakukan.

Langkah-langkah hukum selanjutnya akan terus dipantau oleh masyarakat untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar terwujud dalam penanganan kasus ini. (Sumber : Kasipenkum Kejati Babel, Editor : KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *