Kebakaran Gudang Amunisi Kodam Jaya: KSAD Minta Maaf, Panglima TNI Evaluasi Sistem Penyimpanan

Foto: Kebakaran Gudang Amunisi Kodam Jaya: KSAD Meminta Maaf

Kebakaran Gudang Amunisi Kodam Jaya: KSAD Meminta Maaf, Panglima TNI Lakukan Evaluasi Mendalam Terhadap Sistem Penyimpanan Amunisi

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Suasana duka menyelimuti wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) milik Kodam Jaya dilanda kebakaran pada malam Sabtu (30/3) yang lalu. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekitar atas kejadian yang menimbulkan kekhawatiran dan kerugian materiil tersebut. Senin (1/4/2024)

Dalam konferensi pers yang digelar di lokasi kejadian pada Minggu (31/3), Jenderal Maruli mengakui bahwa insiden ini merupakan peristiwa yang sangat disayangkan.

Bacaan Lainnya

“Rekan-rekan media saya Kepala Staf Angkatan Darat yang pertama mengucapkan permohonan maaf untuk masyarakat sekitar khususnya, atas kejadian ini,” ujar Jenderal Maruli dengan suara penuh penyesalan.

Kebakaran hebat ini, yang kemudian diikuti oleh serangkaian ledakan, menyebabkan kerugian besar di sekitar wilayah tersebut. Api yang membara baru bisa berhasil dipadamkan pada dini hari Minggu (31/3), setelah upaya pemadam kebakaran yang gigih selama berjam-jam.

Meskipun terjadi kerugian material yang cukup besar, berita baiknya adalah tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini. Hal ini menjadi suatu kelegaan bagi pihak berwenang dan masyarakat setempat, meskipun kekhawatiran akan dampak lingkungan dan keamanan tetap menghantui.

Jenderal Maruli menjelaskan bahwa gudang yang terbakar merupakan tempat penyimpanan amunisi yang akan didisposal.

“Ini gudang untuk penyimpanan munisi-munisi yang akan didisposal. Jadi memang ini cukup riskan untuk mengelola gudang seperti ini,” tuturnya.

Meski berhasil menghindari korban jiwa, kejadian ini menunjukkan kelemahan dalam sistem pengelolaan dan penyimpanan amunisi. Oleh karena itu, KSAD menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tempat penyimpanan amunisi guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa yang akan datang.

“Pada saat ini, kami akan mengevaluasi kembali sistem penyimpanan amunisi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujar Jenderal Maruli dengan penuh tekad.

Evaluasi ini akan mencakup berbagai aspek, termasuk pengelolaan risiko, peningkatan sistem keamanan, serta perubahan dalam prosedur penyimpanan amunisi. Dari 10 gudang yang ada di Gudmurah, Bogor, kebakaran hanya terjadi di gudang nomor 6 yang berisi bermacam-macam amunisi.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga turut merespons kejadian ini dengan melakukan inspeksi di lokasi kejadian. Menurutnya, dugaan pemicu kebakaran adalah amunisi yang sudah kedaluwarsa.

“Amunisi yang sudah expired menjadi lebih sensitif dan labil, sehingga bisa lebih mudah meledak,” ungkap Jenderal Agus.

“Penyimpanan amunisi di bawah tanah merupakan salah satu langkah pencegahan yang telah diambil, namun tetap saja, evaluasi terus dilakukan untuk memastikan keamanan penyimpanan amunisi di masa mendatang.”

Langkah-langkah preventif yang diambil oleh pihak berwenang diharapkan dapat meminimalisir risiko terjadinya kejadian serupa di masa yang akan datang. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyimpanan amunisi diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan masyarakat serta lingkungan.

Kejadian tragis ini, sambil memberikan pelajaran berharga, juga menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan proaktif dalam mengelola bahan-bahan berbahaya demi keamanan bersama. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.

Dengan demikian, kerjasama antarinstansi dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan terhadap penyimpanan bahan-bahan berbahaya menjadi kunci utama untuk memastikan keamanan dan keselamatan bersama. (Sumber: Detik News, Editor: KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *