Skandal Tambang Ilegal di Kolong Buntu: Intrik, Korupsi, dan Pengkhianatan

Meski saat ini aktifitas tambang ilegal biji timah terdapat di Kolong Buntu, Lingkungan Nangnung, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka telah dihentikan oleh aparat kepolisian daerah, namun kini malah menyisakan ‘Segudang Cerita’ tak sedap termasuk pasca berakhirnya kegiatan ilegal di lokasi tersebut dikabarkan berhasil mengangkat biji timah hingga mencapai sekitar 7 ton lebih
Foto ; Ratusan warga Nangnung dan sekitarnya mendatangi lokasi tambang ilegal di Kolong Buntu, Nangnung Sungailiat di sela-sela aksi demo warga menolak tambang ilegal. (dok KBO Babel)

Di Kolong Buntu  Dugaan Korupsi Tambang Ilegal Bangka Mengguncang Wilayah Sungailiat

KBO-BABEL (BANGKA) – Aktivitas tambang ilegal di Kolong Buntu, Lingkungan Nangnung, Sungailiat Bangka, telah menjadi pusat perhatian setelah kegiatan tersebut dihentikan oleh aparat kepolisian setempat. Namun, pasca berakhirnya aktivitas ilegal ini, terkuak ‘segudang cerita’ tak sedap yang mencakup penggelapan dana, intrik kepanitiaan, dan dugaan korupsi yang melibatkan oknum-oknum aparat.Sabtu (30/3/2024).

Pada suatu wawancara dengan tim investigasi Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel), Ag, selaku ketua RT02 Lingkungan Nangnung, Sungailiat, secara terbuka membeberkan bahwa selama periode aktifitas tambang berlangsung, sekitar 7 ton lebih biji timah telah berhasil diangkat dari lokasi Kolong Buntu.

Bacaan Lainnya

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah dugaan penggelapan dan penyalahgunaan dana yang mencapai ratusan juta rupiah.

Ag mengungkapkan bahwa pendapatan dari tambang ilegal tersebut berasal dari berbagai sumber.

Foto : Bukti transfer sejumlah dana dari hasil tambang ilegal Kolong Buntu dikirim ke salah satu oknum panitia, Fr senilai Rp 10 juta. (dok KBO Babel)

Mulai dari biaya pendaftaran bagi para penambang hingga komisi dari penjualan timah. Namun, fakta mengejutkan muncul ketika terungkap bahwa sebagian besar dari dana-dana ini diduga disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu.

Awalnya, gagasan untuk memulai kegiatan tambang berasal dari Ag sendiri dengan tujuan untuk membantu pembangunan masjid serta perbaikan drainase di lingkungan Nangnung.

Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan signifikan dalam kepengurusan panitia. Mantan ketua RT Nangnung, AA, dan HD seorang oknum anggota TNI juga turut masuk dalam kepanitiaan baru dengan perubahan-perubahan yang mencolok dalam hal biaya dan distribusi dana.

Ketika ditanyai mengenai dugaan penggelapan dana, Ag dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa semua dana telah diserahkan kepada ketua panitia baru.

Namun, dugaan penyalahgunaan terhadap dana tersebut semakin menguat ketika terkuak bahwa dana-dana ini dialokasikan ke rekening bank dengan nama pemilik yang berbeda-beda, menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan dalam masyarakat.

Kabar tersebut tak disangkal oleh Ag selaku ketua RT02 Lingkungan Nangnung, Sungailiat saat diwawancarai tim investigasi Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel), Jumat (30/3/2024) malam didampingi kerabatnya saat kunjungan ke kantor redaksi KBO Babel di jalan Pulau Bangka Ruko Citra Square, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.
Foto : Sejumlah ponton TI Rajuk (tower) sebelumnya sempat beroperasi selama dua pekan namun kini telah dihentikan oleh aparat kepolisian. (dok KBO Babel)

Lebih jauh, terungkap bahwa hasil tambang ilegal ini dibeli oleh seorang oknum aparat yang disebut sebagai Wr.

Dugaan korupsi semakin meruncing ketika terungkap bahwa dana koordinasi dan komisi fee timah mencapai hampir Rp 200 juta, tetapi Ag menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan penyelewengan terhadap dana tersebut dan siap untuk proses hukum.

Peristiwa ini memicu aksi demo oleh warga setempat yang menolak keberadaan tambang ilegal di lingkungan mereka.

Hingga kini, kegiatan tambang ilegal di Kolong Buntu telah dihentikan oleh pihak kepolisian.

Namun, proses penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak terkait, termasuk oknum-oknum aparat yang diduga terlibat dalam skandal ini.

Skandal tambang ilegal di Kolong Buntu menjadi cerminan dari kompleksitas persoalan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang masih merajalela di banyak daerah.

Dalam upaya menegakkan keadilan, pihak berwenang harus bertindak tegas dan transparan untuk memastikan bahwa pelaku-pelaku korupsi tidak luput dari jerat hukum.

Masyarakat juga diharapkan untuk terus mengawasi dan mengkritisi setiap tindakan yang mencurigakan, demi terciptanya tatanan yang lebih baik dan berintegritas. (KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *