Pemkab Beltim Segera Lokalisasi ‘Meja Goyang’ untuk Lindungi Kesehatan Warga

Foto: Pemkab Beltim Segera Lokalisasi 'Meja Goyang' untuk Lindungi Kesehatan Warga

Kabupaten Beltim Siapkan Rencana Penataan Meja Goyang untuk Cegah Dampak Radiasi

KBO-BABEL.COM (Manggar) – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bersiap melakukan penataan ulang aktivitas meja goyang timah di wilayahnya, dengan tujuan utama untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak radiasi dan partikel debu yang berbahaya. Selasa (26/3/2024)

Bupati Beltim, Burhanudin, dalam sebuah acara Safari Ramadan di Mesjid Al-Barkah Desa Aik Kelik Kecamatan Damar, menyatakan bahwa penertiban ini bukan bertujuan untuk menghentikan aktivitas meja goyang, melainkan untuk penataan dan lokalisasi agar tidak membahayakan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Meja goyang, yang diperkirakan berjumlah 250-300 unit, akan dialihkan ke lokasi khusus yang jauh dari pemukiman warga namun dekat dengan aktivitas tambang timah. Hal ini akan melibatkan koordinasi dengan PT Timah, perusahaan tambang terkemuka di wilayah tersebut.

“Akan kita koordinasikan dengan PT Timah, supaya tidak ada lagi yang berada di tengah-tengah kampung. Kesannya liar dan dampaknya sudah mulai terlihat,” ungkap Burhanudin.

Rencananya, setelah perayaan Lebaran, Pemkab Beltim akan menggelar Rapat Koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk PT Timah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, untuk membahas legalitas meja goyang dan mencari solusi agar aktivitas penambangan timah tetap berjalan namun tanpa membahayakan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Beltim, Novis Ezuar, menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh aktivitas meja goyang.

Menurutnya, radiasi dari mineral ikutan pasir timah dan debu partikel dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, serta meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit lainnya.

“Paparan radiasi ini tidak akan langsung membuat seseorang sakit, namun secara perlahan akan merusak sel-sel dalam tubuh sehingga baru terasa setelah beberapa waktu,” jelas Novis.

Selain itu, debu partikel yang terbang akibat aktivitas meja goyang juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Novis menggarisbawahi pentingnya penataan ulang meja goyang untuk meminimalisir risiko ini.

“Kebanyakan pekerja di meja goyang tidak menggunakan masker atau alat pelindung diri. Debu partikel dapat terhirup atau masuk ke makanan dan minuman warga, mengancam kesehatan mereka,” tambahnya.

Dengan demikian, koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Bidang Penataan Ruang diharapkan dapat menghasilkan solusi yang efektif dalam menangani masalah ini.

Penataan ulang meja goyang di lokasi tambang menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat Beltim dari dampak berbahaya aktivitas penambangan timah. (Redaksi, Editor: Putri KBO-Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *