Kejaksaan Agung Berhasil Menangkap Terpidana Retno Wulandari dalam Kasus Penipuan Emas Senilai Rp3.7 Miliar di Bekasi

Foto: Kejaksaan Agung Berhasil Menangkap Terpidana Retno Wulandari dalam Kasus Penipuan Emas Senilai Rp3.7 Miliar di Bekasi

Kejaksaan Agung Mengamankan Terpidana Retno Wulandari dalam Kasus Penipuan Batangan Emas Senilai Rp3.7 Miliar di Bekasi

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Tim Tabur Kejaksaan Agung telah berhasil mengamankan terpidana dalam kasus penipuan batangan emas senilai Rp3.7 miliar di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pada Rabu, 20 Maret 2024, sekitar pukul 19.30 WIB, Terpidana Retno Wulandari berhasil ditangkap di Jl. Arjuna 1, Bekasi Selatan. Kamis (21/3/2024).

Retno Wulandari, seorang ibu rumah tangga berusia 53 tahun, ditangkap karena terlibat dalam kasus penipuan bersama suaminya, Wahyu Dihardja. Kasus ini bermula sekitar tahun 2000 hingga 2009 di Hotel IBIS, Slipi, Jakarta Barat, di mana keduanya terlibat dalam bisnis batangan emas fiktif yang merugikan pihak korban hingga mencapai total Rp3.718.021.000.

Bacaan Lainnya

Proses penangkapan Retno Wulandari berlangsung dengan kooperatif. Dia diamankan tanpa perlawanan dan segera dibawa ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk proses lebih lanjut, termasuk penyerahan kepada Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Foto: Terpidana Retno Wulandari

Kasus ini menjadi salah satu dari banyak kasus yang berhasil diselesaikan melalui program Tabur Kejaksaan. Program ini merupakan salah satu inisiatif dari Jaksa Agung untuk memantau dan menangkap buronan yang masih berkeliaran, sebagai upaya untuk memastikan kepastian hukum.

Selain menangkap pelaku kejahatan, Jaksa Agung juga mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI untuk segera menyerahkan diri.

Imbauan ini didasarkan pada keyakinan bahwa tidak ada tempat bersembunyi yang aman bagi para pelaku kejahatan, dan penegakan hukum akan tetap dijalankan dengan tegas.

Keberhasilan penangkapan Retno Wulandari menjadi bukti konkret dari komitmen Kejaksaan Agung dalam menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagi korban.

Melalui penindakan yang efektif terhadap pelaku kejahatan, diharapkan masyarakat akan semakin percaya dan merasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Jaksa Agung juga terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi yang dapat membantu dalam menangkap pelaku kejahatan. Kolaborasi antara pihak kejaksaan dan masyarakat sangat penting dalam memastikan keamanan dan keadilan bagi semua.

Dengan keberhasilan ini, Kejaksaan Agung memberikan pesan yang kuat kepada para pelaku kejahatan bahwa mereka tidak akan luput dari jerat hukum. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memastikan bahwa setiap pelanggaran hukum akan ditindak dengan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kejaksaan Agung tetap komitmen dalam memberantas kejahatan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari tindakan kriminal yang merugikan. Penangkapan ini juga menunjukkan bahwa sistem penegakan hukum di Indonesia semakin membaik dan semakin efisien dalam menindak para pelaku kejahatan. (Sumber: Kapuspenkum Kejagung Jaksel, Editor: Putri KBO-Babel).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *