Jaksa Agung RI Burhanuddin Melakukan Perombakan Besar-Besaran Kepala Kejaksaan Tinggi, Bangka Belitung Turut Berubah

Foto RD Mohammad Teguh Darmawan pimpin Kejati Bangka Belitung

Perombakan Besar-Besaran Kepala Kejaksaan Tinggi: Kajati Bangka Belitung Berganti Wajah

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Dalam sebuah keputusan bersejarah, Jaksa Agung RI Burhanuddin kembali mengguncang struktur Kejaksaan dengan melakukan perombakan besar-besaran. Keputusan ini tercetak dalam Surat Keputusan Jaksa Agung nomor 86, tanggal 18 Maret 2024, yang menandai pemberhentian dan pengangkatan sejumlah jabatan struktural PNS Kejaksaan RI. Kamis (21/3/2024).

Dalam perombakan tersebut, sebanyak sembilan Kepala Kejaksaan Tinggi diganti, mencerminkan komitmen Jaksa Agung dalam meningkatkan kinerja lembaga serta memperkuat struktur kejaksaan di daerah. Salah satu perubahan signifikan terjadi di wilayah Bangka Belitung.

Bacaan Lainnya

Kajati sebelumnya, Asep Maryono, mendapat amanah dan jabatan baru sebagai Kepala Biro Perlengkapan pada Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung RI.

Sementara itu, tongkat estafet kepemimpinan Kajati Bangka Belitung kini dipegang oleh RD Mohammad Teguh Darmawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakajati DKI Jakarta.

Perubahan tidak hanya terjadi di level Kepala Kejaksaan Tinggi, namun juga pada Wakajati Bangka Belitung.

Dr. Sugeng Riyanta, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakajati Bangka Belitung, kini mendapat tugas baru sebagai Wakajati Jawa Tengah.

Menanggapi pergantian tersebut, Kajati Asep Maryono menyatakan bahwa perombakan ini merupakan langkah yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja Kejaksaan RI di seluruh Indonesia.

Perombakan besar-besaran ini menjadi sorotan utama dalam perjalanan reformasi Kejaksaan RI, yang terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam penegakan hukum.

Hal ini juga mengindikasikan komitmen pemerintah dalam memperkuat lembaga kejaksaan sebagai salah satu pilar utama dalam sistem peradilan di Indonesia. (Penulis : Sandi, Editor : Jefri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *