BPOM Gelar Rapat Advokasi: Kabupaten Beltim Siap Menyongsong Keamanan Pangan 2024

Foto: BPOM Gelar Rapat Advokasi Program Nasional di Beltim

BPOM Gelar Rapat Advokasi Program Nasional di Beltim: Langkah Awal Menuju Keamanan Pangan Terpadu Tahun 2024

KBO-BABEL.COM (Manggar) – Pada hari Rabu, 21 Maret 2024, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar sebuah acara rapat advokasi di Auditorium Zahari MZ, yang bertujuan untuk mempromosikan dan membahas Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu Tahun 2024 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk para pejabat pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Kamis (21/3/2024)

Kepala BPOM Pangkalpinang, Agus Riyanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program prioritas nasional keamanan pangan terpadu ini akan melibatkan tiga kegiatan utama, yaitu Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Desa Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK). Menurutnya, kegiatan-kegiatan ini akan dilaksanakan secara serentak sepanjang tahun 2024, dengan setiap kegiatan memiliki tahapannya masing-masing.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Agus menyatakan bahwa rapat advokasi ini merupakan tahap awal dari implementasi program tersebut. Tim BPOM sebelumnya telah melakukan survei menyeluruh untuk menentukan lokasi-lokasi yang akan menjadi fokus intervensi, termasuk pemilihan sekolah, desa, dan pasar yang menjadi prioritas.

Sementara itu, Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Beltim, Khaidir Lutfi, menyampaikan komitmen penuh dari pemerintah daerah dalam mendukung serta menjalin sinergi dengan BPOM dalam pelaksanaan program ini. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat penting untuk memastikan masyarakat Kabupaten Beltim terhindar dari konsumsi pangan yang tidak aman dan berisiko terhadap kesehatan.

“Dukungan dan kerjasama aktif dari semua pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama dalam memastikan keberhasilan program ini,” kata Khaidir dengan tegas.

Acara ini juga menjadi momentum bagi masyarakat dan sekolah di Kabupaten Beltim untuk berperan aktif dalam mendukung dan mensukseskan program keamanan pangan ini. Khaidir menekankan pentingnya memberikan masukan yang konstruktif serta berkomitmen penuh dalam setiap tahapan pelaksanaan program.

Rapat advokasi ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang program nasional keamanan pangan terpadu, tetapi juga untuk membangun kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kualitas pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

Dengan sinergi antara BPOM, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, diharapkan dapat diciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat dalam hal pangan di Kabupaten Beltim.

Dengan demikian, rapat advokasi yang digelar BPOM ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya mencapai keamanan pangan terpadu di tahun 2024, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Kabupaten Beltim. (Redaksi, Editor: Putri KBO-Babel).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *